Sabtu, 31 Agustus 2013

5 Strategi Jitu Membangun Bisnis Sendiri

Punya usaha sendiri dan menikmati kesuksesan perjuangan Anda rasanya menyenangkan. Hanya saja, terkadang imajinasi kesuksesan ini dikalahkan dengan kesulitan yang terbayang saat akan memulai usaha.

"Sebenarnya menjadi seorang wirausaha itu tidak sulit-sulit amat kok. Asal Anda tahu triknya, maka menjadi pebisnis itu banyak peluang suksesnya," ungkap Andi S. Boediman, Chairman of Ideoworks (e-commerce partner) beberapa waktu lalu di Jakarta.

Sebagai langkah awal membangun usaha ada beberapa tip yang diberikan Andi.

1. Mulai dari hal simpel.
Bingung memilih produk apa yang akan dijual? Daripada pusing-pusing, kenapa tak coba untuk melirik lingkungan sekitar dan kebutuhan sehari-hari Anda? "Biasakan berpikir dari hal-hal simpel di sekitar Anda, karena bisa jadi ide sederhana ini justru akan membawa Anda pada kesuksesan," katanya.

Ia menambahkan bahwa pola pikir bisnis laki-laki dan perempuan ternyata sangat berbeda. Umumnya, laki-laki kebanyakan berpikir keras dan memilih produk yang aneh dan rumit untuk menarik minat konsumen. Sebaliknya, perempuan justru dinilainya lebih memiliki ide yang sederhana namun cukup menjanjikan.

2. Diferensiasi produk
Sebelum memutuskan membuat usaha, Anda sudah harus tahu produk apa yang akan dijual. Usahakan memilih produk yang berbeda dengan produk pada umumnya. "Unik itu tidak selalu dari bentuk barangnya. Tapi unik juga bisa berasal dari cerita dibalik pembuatannya, atau presentasi dan kombinasi produknya," jelas Andi.

Kombinasi produk misalnya, saat Anda memutuskan untuk menjual pakaian maka Anda bisa saja memadumadankan atasan dan bawahan yang biasa jadi lebih terlihat unik secara keseluruhan. Oleh karena itu, kemasan dan deskripsi itu sangat penting untuk pembeli, terlebih ketika Anda menjalankan bisnis online.

3. Promosi
Promosi adalah salah satu hal yang paling penting dalam usaha. Meski demikian, bukan berarti Anda boleh jor-joran untuk promosi,misalnya dengan flyer, atau spanduk besar.

Selain menghabiskan banyak uang, cara ini juga dinilai kurang relevan di zaman sekarang. "Kenapa tak coba untuk promosi di media sosial yang Anda miliki? Gunakan saja Facebook, BBM, atau Twitter. Selain akrab dengan hidup Anda sehari-hari, Anda juga bisa dengan mudah memberi update kepada calon pelanggan," sarannya.

4. Jangan habiskan uang untuk interior
Andi mengungkapkan biaya terbesar dalam membangun usaha adalah untuk membangun toko dan interiornya. Hal ini bisa dipahami karena hal pertama yang dilihat konsumen adalah toko dan interiornya. Akan tetapi, ini bukanlah sebuah pembenaran untuk Anda menghabiskan banyak uang untuk renovasi toko.

Jadilah sedikit lebih kreatif dengan menggunakan benda-benda yang murah namun unik untuk menghias toko. Misalnya, sangkar burung, pohon plastik, pot bunga,kertas bekas dan lain-lain.

5. Beri opsi pembayaran
Saat ini kebanyakan orang lebih memilih membayar dengan menggunakan kartu kredit atau debit dibandingkan dengan uang tunai. Sebagai pengusaha, Anda tentu harus siap sedia menyediakan berbagai alternatif cara pembayaran produk yang diinginkan konsumen. Hal ini sangat penting, terutama pada bisnis online. (tribunnews 310813)

Kamis, 29 Agustus 2013

Syarat PLBL Liem Hie Djung Menjadi Pelabuhan Internasional

SK Kepabeanan dan Cukai Segera Terbit

NUNUKAN - Perlahan tetapi pasti, itulah salah satu prinsip yang dianut Dinas Perhubungan komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Nunukan dalam mewujudkan Pas Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung (baca: Lamijung) menjadi pelabuhan Internasional.

“Keraguan selama ini, bahwa usaha yang saya lakukan akan sulit terwujud, tapi karena rasa optimis saya, secara perlahan apa yang menjadi persyaratan dilengkapi sehingga pada akhirnya bisa terealisasi semuanya,” terang Kepala Dishubkominfo Robby Nahak Serang kepada Radar Tarakan usai melakukan pertemuan dengan Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Timur, Indra Gautama Sukiman dan sejumlah instansi terkait, belum lama ini.

Kedatangan Indra Gautama Sukiman ini sekaligus melakukan peninjauan terhadap fasilitas di PLBL Liem Hie Djung. Peninjauan dilakukan sebelum Kantor Kepabaeanan dan Cukai mengeluarkan Surat Keputusan Kepabeanan untuk pelabuhan tersebut. “Karena tinggal satu persyaratan itu saja yang belum ada sehingga tidak difungsikan sebagai pelabuhan Internasional,” ucapnya.

Salah satu syarat yang harus dilengkapi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan dalam hal ini Dishubkominfo menurut Robby adalah X-Ray. Namun dipastikan fasilitas tersebut akan tersedia dalam waktu dekat sehingga Dishubkominfo optimis Pelabuhan Lamijung bisa dioperasikan sebagai Pelabuhan Internasional pada 1 januari 2014 sesuai dengan permintaan Kantor Kepabeanan dan Cukai.

“Kalau kita sudah pasang X-Ray disini (Lamijung,Red), maka SK Kepabeanan dan Cukai akan segera turun dan pelabuhan ini bisa kita fungsikan sebagai pelabuhan Internasional,” tegasnya.

Hal lain, mengenai sarana pendukung seperti salah satu ponton dari tiga ponton yang ada di dermaga yang belum diperbaiki, dikatakan Robby juga akan segera dibahas dengan sejumlah SKPD terkait. “Kalau yang ada dua, ya dua dulu yang kita fungsikan, kalau kapal reguler Nunukan-Tawau yang saat ini beroperasi ada 7 buah di pelabuhan Tunon Taka maka pengalihan ke PLBL lamijung itu dilakukan secara bertahap, bisa 1, 2, 3 dan seterusnya,hingga semuanya,” pungkasnya. (radar.tarakan - 29082013)

Selasa, 27 Agustus 2013

Kenshi Nunukan Raih Emas di Kejuaraan Dunia

NUNUKAN- Bangga, mungkin itu kata yang paling tepat diberikan masyarakat Kabupaten Nunukan kepada Isna Suryani. Ia adalah Kenshi-sebutan atlet Kempo Kabupaten Nunukan yang meraih medali emas pada kejuaraan dunia Kempo di Osaka-Jepang, Minggu (25/8).

Putri pasangan Ismail dan Senaeni ini turun di kategori campuran dan berpasangan dengan Erik Saputra dari Samarinda dan bertanding di kelas Embu Yudansha. Informasi membanggakan ini, disampaikan Humas KONI Kabupaten Nunukan Farid Amiruddin. Sebutnya, atlet satu-satunya dari Nunukan dari cabang Kempo yang mengikuti pelatnas Sea Games ke-XXVII bulan Desember 2013 mendatang di Myanmar ini berhasil menorehkan prestasi gemilang pada Kejuaraan Dunia di Osaka Jepang sebagai bagian dari tryout persiapan Sea Games Myanmar.

Dibeberkan Farid, bagi Isna berpasangan dengan Eric Saputra dari Samarinda, bukanlah pertama kalinya. Pada Sea Games 2011 lalu di Jakarta, pasangan Kenshi ini pemegang medali perak sehingga bisa dikatakan prestasi keduanya mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

Kini masyarakat Nunukan tentunya berharap Isna dapat memberi yang terbaik di Sea Games Myanmar Desember 2013 mendatang. Di Sea Games Myanmar, Isna akan turun di nomor randori perorangan putri kelas 54 kg. “Hasil di kejuaraan dunia ini secara psikis tentu menjadi bekal yang sangat positif bagi diri Isna pribadi dan nama harum Kabupaten Nunukan karena sesuai informasi yang diperoleh dari Pengurus Pusat Perkemi, prestasi yang diperoleh pada Kejuaraan dunia di Jepang ini merupakan barometer terakhir pembentukan tim Kempo Indonesia menghadapi Sea Games Myanmar,” terang Farid kepada Radar Tarakan, kemarin (26/8). 

Ketua Umum KONI Kabupaten Nunukan Mohd. Thoyib manambahkan bahwa prestasi yang diraih oleh Isna Suryani di level kejuaraan dunia tentu menjadi momentum yang sangat baik untuk berprestasi yang sama di ajang Sea Games Mayanmar nanti. "Prestasi Isna moga saja bisa menjadi motivasi bagi atlet-atlet junior Kempo lainnya yang sebentar lagi akan berlaga pada kejurda di Kubar, serta bagi atlit Nunukan di cabor-cabor lainnya" terang Thoyib singkat.

Isna Suryani sebelum bertolak ke Jepang melalui telepon selulernya kepada Radar Tarakan menjelaskan bahwa  bahwa persaingan di level Sea Games sangat ketat. Sebab seluruh atlet yang tergabung dalam Pelatnas merupakan atlet-atlet terbaik dari seluruh Indonesia. Oleh karena itu dirinya bertekad untuk berlatih sebaik mungkin dilandasi dengan sikap disiplin  yang tinggi, tentu dibarengi dengan doa kepada Allah SWT.

Isna juga mengaku sangat termotivasi dengan dorongan semangat dari Wakil Bupati Nunukan Hj. Asmah Gani saat berkunjung ke kediaman beliau usai idhul Fitri lalu. "Ibu Wabup sangat peduli dengan persiapan saya mengikuti Pelatnas Sea Games, dengan menitip pesan agar bisa mengharumkan nama Nunukan di level Sea Games. Apalagi ditambah adanya info dari beliau adanya peluang dan kesempatan berkarir sebagai PNS kepada saya sebagai kompensasi telah berulang kali mengharumkan nama daerah. Oleh sebab itu, saya tentu berterima kasih kepada jajaran Pemerintah Daerah Nunukan,” ungkap Isna.
Isna juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Nunukan, Ketua KONI Kabupaten Nunukan Mohd. Thoyib beserta jajarannya serta seluruh masyarakat Nunukan yang juga senantiasa memberi atensi kepada Isna selama mengikuti Pelatnas Sea Games 2013. (radartarakan.co.id - Selasa, 27 Agustus 21013)

Senin, 19 Agustus 2013

Lebih Dekat Dengan Paskibra HUT RI-68 di Kabupaten Nunukan

Latihan 1 Bulan, Esok Upacara Tidur Hanya 3 Jam

Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Nunukan yang terdiri atas 43 orang, gabungan dari siswa-siswi SMA di kabupaten Nunukan sukses mengibarkan bendera merah putih sekaligus saat aubade (penurunan bendera,Red) pada peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-68. Di tengah keberhasilan itu, mereka memiliki cerita menarik.

RAHMAN

Diberikan tanggung jawab sebagai pasukan pengibar bendera, tentu saja, menjadi kebanggaan tersendiri. Menjadi anggota Paskibra harus melalui tahapan seleksi dan dilanjutkan dengan latihan secara rutin.
Latihan yang mereka lakukan selama kurang lebih satu bulan lamanya, sepertinya tidak terlihat di wajah anggota Paskibra Kabupaten Nunukan setelah sukses mengibarkan dan menurunkan (aubade) Bendera Merah Putih pada upacara yang dilakukan di halaman kantor Bupati Nunukan, (17/8).
Setelah menyelesaikan tugas dan kembali ke posisi barisan, terlihat wajah-wajah ceria dan senyum terpancar baik dari paskibra maupun dari para pelatih yang diantaranya berasal dari Kodim, Lanal dan kepolisian.

Menurut penuturan dari beberapa anggota Paskibra yang bertugas melakukan pengibar bendera yakni Rusli, Rahmat Ramdani dan Andi Palmal serta Pembawa talam Nuraulia sedangkan untuk penurunan bendera kepada Norsabriana, mereka mengaku, menjadi seorang paskibra adalah tugas yang cukup berat dan cukup melelahkan. Namun apa yang mereka rasakan terbayar karena dapat melaksanakan tugas dengan baik.

“Perasaan kami Plong, dan rasanya kami ingin berteriak sekencang-kencangnya, karena telah berhasil mengibarkan bendera. Namun demikian bukan berarti pada saat penaikan bendera tidak ada rasa was-was sebab pada saat penaikan bendera,” ungkap salah satu anggota.

Diakui, pada saat bendera sudah berada di tengah, tali pengerek bendera itu terasa berat jika ditarik. Hal itu terjadi karena sepertinya posisi bendera agak melilit ke tiang karena tertiup angin. “Untung saja tidak berlangsung lama karena pada akhirnya bisa terlepas dan bendera dapat mencapai puncak dengan kondisi lancar,” ujarnya.

Menurut mereka, menjadi pengibar bendera perlu tenaga ekstra lantaran sebelum melaksanakan tugas, kondisi mereka kurang tidur. Pasalnya, pada tanggal 16 Agustus malam hari, Paskibra itu dikukuhkan dan baru pulang tengah malam yakni sekitar pukul 11 malam. Tidur sekitar pukul 12 malam sementara  harus bangun pukul 03.00 karena harus melakukan make-up di salon dan harus selesai pukul 06.00.
Mat Zaini, pelatih kepala Paskibra Kabupaten Nunukan mengakui hal yang paling krusial pada saat upacara seperti ini adalah pada saat pembukaan bendera dan  penaikan bendera. “Disitulah detik-detik yang menentukan namun karena telah melakukan latihan yang rutin yang mana setiap harinya pagi dan sore dilakukan latihan sehingga pelaksanaan dapat berjalan dengan baik,” singkatnya.
Sumber: radartarakan.co.id - Senin, 19 Agustus 2013

Jumat, 16 Agustus 2013

Jambori Antarabangsa 100 Tahun

Tarian Bedangan dan Pa'Duppa Juara di Malaysia
Sejumlah Pramuka Penggalang asal Kabupaten Nunukan, menampilkan Tari Bedagangan, pada Pentas Tari Jambori Antarabangsa 100 tahun Pengakap Sabah, Jambori Sabah ke-2 tahun 2013 di Scouts Nature Park Sandakan, Negara Bagian Sabah, Malaysia.
Kontingen Pramuka Kabupaten Nunukan membawakan tari etnis Bedangan asal Kalimantan dan tari kreasi Pa'duppa dari Sulawesi Selatan pada Pentas Tari Jambori Antarabangsa 100 tahun Pengakap Sabah, Jambori Sabah ke-2 tahun 2013 di Scouts Nature Park Sandakan, Negara Bagian Sabah, Malaysia.

Tari Pa'duppa akhirnya keluar sebagai juara pertama untuk kategori tari kreatif antar negara. Sementara tari Bedangan mendapatkan posisi sebagai juara kedua kategori tari etnis antar negara.

Kegiatan tersebut diikuti Malaysia, Brunei Darussalam, Nepal, Hongkong dan Indonesia.
Hasmawati Syafaruddin, pelatih tari kontingen Kabupaten Nunukan menjelaskan, tari Pa'duppa dulunya dibawakan untuk menyambut raja-raja di Sulawesi Selatan. Tarian tersebut terus berkembang hingga kini, untuk menyambut tamu-tamau istimewa.

Tarian tersebut melibatkan tujuh Pramuka Penggalang putri. "Kalau Tari Bedangan ini tari Suku Dayak, tarian persahabatan," ujarnya.

Tari Bedagangan melibatkan lima Pramuka Penggalang Putri. Hasmawati mengatakan, waktu untuk berlatih hanya sepekan. Iapun hanya seorang diri melatih para penari tersebut.
"Waktu kita sangat singkat. Hanya seminggu. Padahal Tari Pa'dupaa susah karena butuh konsentrasi dan kelenturan tubuh," ujarnya.

Dengan waktu yang sangat singkat tersebut, Hasmawati harus memaksimalkan waktu berlatih. Sehari, para Pramuka harus berlatih hingga dua kali pada pagi dan sore.
"Latihannya harus maksimal, karena gerakannya sulit," ujarnya.

Kegiatan jambori akan ditutup Jumat (16/8/2013) malam ini. Sementara Kontingen Kabupaten Nunukan akan bertolak kembali ke Nunukan, Sabtu besok. Rombongan menempuh perjalanan darat dari Sandakan ke Tawau, dilanjutkan perjalanan menggunakan kapal ke Nunukan.
Sumber: kaltim.tribunnews.com - Jumat, 16 Agustus 2013
 
 
HUT Pramuka Diperingati dengan Upacara di Arena Jambore
 
Para peserta Jambori Antarabangsa 100 tahun Pengakap, Sabah Jambori Sabah ke-2 tahun 2013 dari sejumlah negara, Selasa (13/8/2013) sore sebelum pembukaan kegiatan.
Ratusan Pramuka Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur yang mewakili Indonesia pada Jambori Antarabangsa 100 tahun Pengakap Sabah, Jambori Sabah ke-2 tahun 2013 memperingati Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka ke-52, di Scouts Nature Park Sandakan, Negara Bagian Sabah, Malaysia.

Peringatan HUT Pramuka digelar dengan upacara yang berlangsung, Rabu (14/8/2013). Malam sebelumnya di tempat yang sama juga digelar Ulang Janji Pramuka Indonesia.
Dengan fasilitas yang sangat terbatas, ratusan Pramuka tetap hikmat mengikuti acara ulang janji, Selasa (13/8/2013) tengah malam yang dipimpin Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Nunukan Haji Trisno Hadi. Acara itu juga dihadiri ketua sebelumnya Haji Aseng Gusti Nuch dan Kepala Bidang Pemuda Olahraga pada Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Nunukan Kaharuddin Tokkong.

Membentuk lingkaran besar, hanya dengan diterangi lilin, para anggota Pramuka mengucapkan ulang janji Tri Satya Pramuka. Sepuluh penegak berderet di dalam lingkaran mengucapkan Dasa Darma Pramuka.

Mereka juga mendengarkan renungan selama mengabdi di Pramuka. Peringatan HUT Pramuka kembali dilanjutkan dengan upacara hari ini. Di tengah guyuran gerimis, para Pramuka terap antiusias mengikuti jalannya upcara yang dipimpin Sekretaris Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Nunukan Ramli.

Selain peserta asal Kabupaten Nunukan, acara tersebut juga diikuti Pramuka asal Kalimantan Barat. 
Sumber: kaltim.tribunnews.com - Jumat, 14 Agustus 2013
 
 

Peserta Jambore Diajak Berkeliling Taman Orangutan di Sabah
 
Hari kedua pelaksanaan Jambori Antarabangsa 100 tahun Pengakap Sabah Jambori Sabah ke-2 tahun 2013, Selasa (13/8/2013), para peserta diajak berkeliling ke Pusat Rehabilitasi Orangutan, Sandakan.

Kawasan ini berjarak sekitar 14 kilometer dari Bumi Perkemahan di Scouts Nature Park Sandakan, Negara Bagian Sabah, Malaysia. Taman Sepilok ini disebutkan dikhususkan untuk memelihara dan mengkaji spesies orangutan yang semakin punah di dunia.

Pusat Rehabilitas Orangutan ini dibuka 1964 dan dikelola Jabatan Hidupan Liar Sabah, di bawah Kementerian Pariwisata Malaysia. Luas kawasan ini termasuk hutan lindung mencapai 4.294 hektar. Kini terdapat 300 ekor orang utan yang hidup secara alami, diberi makan, diternak dan ditempatkan ke sini dari tempat-tempat lain 
Sumber: kaltim.tribunnews.com - Jumat, 13 Agustus 2013  
 

Rabu, 14 Agustus 2013

Tahun Ini IPA Binusan Dibangun

NUNUKAN – Instalasi pengolahan air (IPA) Binusan dengan kapasitas 10 liter per detik akan dibangun tahun ini. Proyek ini didanai APBN yang difasilitasi Dinas Pekerjaan Umum Kaltim.

“Yang jelasnya, akhir tahun ini IPA itu sudah dibangun. Di samping itu, di daerah Binusan nantinya juga akan dibangun jaringan pipa yang akan menelusuri jalan di sekitar daerah Binusan,” kata Kepala Bagian Teknik PDAM Nunukan, Dalimin.

Dikatakan Dalimin, direncanakan keberadaan IPA Binusan untuk melayani air bersih bagi masyarakat setempat. Setelah warga Binusan tercukupi, selanjutnya air bersih yang diolah dari IPA Binusan akan dialirkan untuk memenuhi pelanggan PDAM di sekitar sungai Patimah.

Pelanggan PDAM di sekitar sungai Patimah belum mendapatkan pelayanan air bersih secara optimal. Sebab, IPA Sungai Bilal yang diperuntukkan ke sana, produksi air bersihnya sudah sangat terbatas. Bahkan, layanan untuk daerah sungai Bilal telah dialihkan dari pelayanan air bersih yang dihasilkan IPA Persemaian.

“IPA Persemaian air bakunya dari Kampung Tator, yang kapasitasnya 50 liter per detik. Saat ini, kami sudah operasikan lebih kurang 8-10 jam,” sebutnya.

Dalimin juga menyampaikan, sebenarnya target PDAM di wilayah Nunukan dapat menjangkau mulai daerah Mambunut sampai ke Sedadap. Tapi sayangnya jaringan pipa masih belum tersediakan.

“Insya Allah juga tahun ini dan tahun 2014, akan ada pemasangan jaringan pipa itu nantinya akan dibagun oleh dinas PU,” katta Dalimin.
Sumber: radartarakan.co.id - Rabu, 14 Agustus 2013.

Sabtu, 03 Agustus 2013

Tugu Dwikora-Bukti Sejarah Perjuangan Bangsa di Nunukan

KASAL Minta Dipercantik, Siapkan Tank dan Meriam
 


Bukti sejarah perjuangan bangsa ini-khususnya tugu Dwikora yang masih berdiri tegak di pintu perbatasan-Kabupaten Nunukan, wajib dilestarikan. Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Nunukan juga punya komitmen itu.

Samsul Malhotra----

Tugu Dwikora

Tugu itu tingginya kurang lebih 5 meter, terawat, dan dengan warna yang masih segar dilihat. Meski berada di halaman Puskesmas Nunukan, tugu tersebut selalu mendapat tempat untuk dihormati. Buktinya, beberapa kali peringatan hari besar nasional, salah satunya untuk mengenang perjuangan era konfrontasi Indonesia-Malaysia, di pusatkan di tugu tersebut.

Tugu bukan sekadar tugu, keberadaanya seharusnya bisa membekas, khususnya bagi generasi muda Nunukan. Jiwa nasionalisme perlu ditanamkan, agar tidak hanya dengan belajar di bangku pendidikan. Tapi, tindakan nyata dengan menjaga bukti sejarah tersebut.

Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Dr Marsetio MM dalam lawatannya belum lama ini ke Nunukan dan Sebatik-tegas soal menjaga tugu Dwikora. Ia bahkan memerintahkan Lanal Nunukan untuk lebih mempercantik monumen sejarah yang telah lama dimiliki daerah ini.

Danlanal Nunukan Letkol Laut (P) I Bayu saat dikonfirmasi hal tersebut membenarkan arahan KASAL. Ia mengatakan, untuk menambah daya tarik masyarakat Nunukan untuk lebih memperhatikan bukti sejarah yang dimiliki. Apalagi di Pulau Nunukan ini merupakan lokasi terbesar terjadinya Dwi Komando Rakyat (DWIKORA). Pihaknya, merencanakan menempatkan 2 alat perang yang sudah tidak difungsikan di samping tugu Dwikora. Yakni, tank dan meriam.

Dengan tujuan, lanjutnya, agar bukti sejarah yang dimiliki di wilayah perbatasan ini semakin terlihat dan mengenang kebesaran peristiwa sejarah perjuangan DWIKORA. Dimana, tahun 1961 Malaysia berkeinginan menggabungkan Brunei, Sabah, dan Serawak dalam Persekutuan Tanah Melayu.

Namun, ditentang keras oleh Presiden Soekarno. Konfrontasi antara Indonesia–Malaysia yang terjadi tahun 1962-1966 dimana sangat menentukan nasib masa depan Kalimantan.

“Selain itu, tugu tersebut dapat dijadikan tempat pendidikan edukasi kepada pelajar-pelajar di Nunukan. Seperti apa sejarahnya, dan tentunya masyatakat Nunukan juga dapat menjadikannya tempat rekreasi,” idenya.

Selama ini, lanjut Danlanal, tugu Dwikora sudah sering dilakukan perawatan. Seperti beberapa waktu lalu dilakukan pengecatan dan membersihkan halaman dimana tugu berdiri. Namun, masih belum dapat menarik perhatian masyarakat.

“Untuk itu, kita sangat meminta dukungan seluruh masyarakat, instansi terkait, veteran dan tentunya dukungan penuh pemkab Nunukan agar keinginan kita dapat terwujud . Karena kalau bukan kita, siapa lagi yang harus merawat dan menjaga bukti sejarah ini,” pesannya.

Sementara itu, Amir Tuwing anggota PPM Nunukan sangat mengapresiasikan sikap Lanal Nunukan untuk menjaga dan merawat monumen tugu Dwikora yang merupakan bukti adanya pejuang di bumi Panguntaka, yakni mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan NKRI.

“Saya sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi atas sikap yang dilakukan Lanal Nunukan. Saya yakin, jika rencana tersebut terwujud, maka masyarakat akan banyak mengunjungi tugu tersebut,” yakinnya.

Dikatakan, tidak banyak yang diinginkan para pejuang yang telah gugur maupun yang masih hidup. Mereka hanya ingin apa yang telah dipejuangkan dapat dipertahankan dan dijaga. Tidak lebih.

“Mencintai negeri ini merupakan salah satu bentuk dari penghargaan kita kepada pahlawan. Mencintai negeri ini berarti menjaga negeri ini dari kerusakan, baik secara fisik maupun mental. (hms/ica)

Sumber: radartarakan.co.id - Senin, 1 Juli 2013

Kamis, 01 Agustus 2013

Cerita Rakyat Nunukan

Nunukan Miliki 11 Cerita Rakyat
Kabupaten Nunukan baru memiliki 11 cerita rakyat, yang berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Nunukan. Cerita rakyat tersebut diperoleh dari syambera yang digelar Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Daerah (KPAD) Kabupaten Nunukan, tahun lalu.

Cerita cerita rakyat yang berkembang di Kabupaten Nunukan itu yaitu, Sejarah Gora Moyang di Kecamatan Krayan, Asal Mula Dulun Sebuku, Guya Muyang dan Layung Sari, Sejarah Asal Mula Nunukan, Dongeng Yupai Semaring di Krayan, Asal Mula Nama Desa Atap, Asal Mula Nama Desa Pembeliangan dan Terbentuknya Kecamatan Sebuku, Asal Usul Batu Lamampu, Sejarah Ringkas Pulau Sebatik,Yaki Bumbulis, Ibataol dan Putri Kayangan.

Kepala KPAD Nunukan Hajjah Susilawaty mengatakan, pada lomba cerita rakyat Kabupaten Nunukan tahun lalu pihaknya telah mendapatkan enam pemenang dari 11 cerita rakyat yang diseleksi. Sebagai tindaklanjutnya, cerita-cerita ituk dibukukan dalam bentuk Kumpulan Cerita Rakyat tahun 2012.

“Nanti 2013 kita melihat lagi dengan koleksi yang baru,” ujarnya.
Cerita rakyat ini merupakan penelusuran sejarah di Kabupaten Nunukan. Diharapkan sejarah yang hampir hilang bisa tergali dengan baik.
“Generasi yang mempunyai legenda itu suatu saat akan musnah, sementara tidak ada lagi penerusnya yang bisa menceritakan. Karena itu perlu kita buatkan buku. Sehingga walaupun generasi yang punya cerita itu sudah tidak ada, masih ada buku-bukunya. Buku yang kita cetak selain disimpan di perpustakaan daerah, kita teruskan juga ke perpustakaan sekolah,” ujarnya.
Selain dalam bentuk buku, pelestarian cerita rakyat ini dilakukan melalui lomba bercerita yang diikuti murid murid sekolah dasar.
Sumber : http://kaltim.tribunnews.com - Kamis, 1 Agustus 2013


Warga Nunukan Diajak Tulis Cerita Rakyat
Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Daerah Nunukan mengajak pelajar dan masyarakat umum di Nunukan untuk menulis cerita rakyat. Selama ini, cerita-cerita rakyat di daerah ini nyaris tak terekam dalam tulisan yang bisa dibaca masyarakat umum.

Ketua Panitia Lomba Penulisan Cerita Rakyat Daerah Hasnah mengatakan, penulisan cerita rakyat ini dilombakan dengan tujuan mengungkap akar budaya yang ada di Kabupaten Nunukan sekaligus memperkenalkan asal usul dan adat istiadat suatu daerah serta sejarahnya.

Lomba yang bertemakan “Menumbuhkembangkan Rasa Kecintaan Terhadap Budaya Daerah dan Nasionalisme Dalam Proses Pembentukan Karakter Bangsa dan Jatidiri Bangsa” ini diharapkan bisa membuka cakrawala generasi muda untuk lebih mengetahui akar budaya dari lingkungan terdekatnya. Sehingga mereka dapat mengambil nilai-nilai kehidupan dari cerita asal daerahnya untuk dapat menjalani kehidupan masa kini dan masa datang dengan lebih baik.

Generasi muda di daerah ini juga bisa mampu memahami secara detail fenomena dan peristiwa nasional yang bersifat pragmatis.

“Jadi cerita rakyat ini untuk menghimpun cerita-cerita dari berbagai daerah, kecamatan, suku yang berasal dari Kabupaten Nunukan. Nantinya cerita rakyat ini kita kumpulkan dan dibuat buku lalu kita berikan kepada pelajar dan memberitahukan bahwa di daerah ini, di Kabupaten Nunukan kita punya cerita yang bagus. Cerita yang dulu terjadi,” ujarnya.

Peserta lomba terdiri dari pelajar maupun masyarakat umum dengan tulisan berjudul bebas. Kegiatan lomba dibuka sejak 7 Agustus dan naskah cerita diterima panitia paling lambat 24 September mendatang di Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Nunukan.
Sumber: http://www.tribunnews.com - Kamis, 6 September 2012




LOMBA MENULIS CERITA RAKYAT DAERAH SE - KABUPATEN NUNUKAN
Dalam rangka membangkitkan semangat, rasa cinta pada daerah, sekaligus pembentukan karakter generasi muda agar mampu membangun jati diri bangsa, Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Nunukan mengadakan LOMBA MENULIS CERITA RAKYAT DAERAH KABUPATEN NUNUKAN.

Lomba ini diharapkan mampu mengantarkan generasi muda untuk mengetahui berbagai macam kultur budaya dan etnik masyarakat di Kabupaten Nunukan sehingga dapat mencintai daerahnya.

Lomba yang berlangsung mulai tanggal 24 Agustus 2012 – 17 September 2012 ini bertema “MENUMBUHKEMBANGKAN RASA KECINTAAN TERHADAP BUDAYA DAERAH DAN NASIONALISME DALAM PROSES PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA DAN JATI DIRI BANGSA”

Peserta yang mengikuti lomba ini adalah pelajar dan masyarakat umum yang berdomisili di Kabupaten Nunukan. Sedangkan metode yang digunakan yaitu peserta bebas dalam menentukan judul dan penulisan cerita kemudian diserahkan ke panitia lomba dalam bentuk naskah (beberapa kriteria tertentu).
Ada beberapa kriteria yang akan menjadi penilaian juri yaitu Keaslian Cerita ( isi cerita ),
Struktur Penulisan Cerita, Bahasa ( kaidah penggunaan bahasa ). Untuk naskah cerita yang telah diserahkan ke panitia akan langsung menjadi hak milik Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi kabupaten Nunukan dan tidak dapat ditarik kembali. Yang menjadi poin paling penting dalam lomba kali ini adalah orisinilitas cerita atau dengan kata lain bukan saduran dari buku manapun dan belum pernah diterbitkan di media manapun.

Pengumuman pemenang akan diumumkan pada Hari Ulang Tahun Kabupaten Nunukan. Hadiah yang disediakan oleh Panitia berupa Piala, Piagam Penghargaan dan Uang Pembinaan.

Untuk mengetahui pedoman lomba secara lengkap, dapat download melalui >> pedoman lomba [chie]

Sumber:  kpadnunu

Simulasi Cara Coblos Yang Benar Pemilu 2014

gif maker

Foto Calon Anggota DPRD Kabupaten Nunukan

NUNUKAN ADALAH SEBUAH KOTA KECIL YANG TERPENCIL BERADA DI WILAYAH KALIMANTAN UTARA INDONESIA PADA GARIS PERBATASAN SABAH DAN SERAWAK MALAYSIA BAGIN TIMUR.
  • Selayang pandang Nunukan