Kamis, 16 Oktober 2014
Public Corner: Problematika Kabupaten Nunukan (1)
Jumat, 06 Desember 2013
Barang Plastik
Kami menjual berbagai macam barang-barang yg terbuat dari plastik,
untuk kebutuhan alat rumah tangga, dapur, sekolah, kantor. berupa keranjang, keranjang baju, keranjang sampah, keranjang
pakaian, gayung, gayung mandi, saringan, saringan teh, saringan
santan, bak hitam, bak kuping, bak ina 45, bak usa 20, 26, 28,
bak jerman, tempat sendok, lemari kabinet / cabinet plastik, lemari
pakaian anak, kursi plastik, kursi anak, kursi makan, kursi santai,
kursi promo / promosi, ember plastik, timbo, timbo cor, loyang
bulat, nampan kotak, epak makan, catering, katering, gelas,
sendok, seal ware, toples, toples mika, stoples, toples oval,
toples kotak, bulat, toples hati, segi 8, segi 4, dengan sistem penjualan grosir dan eceran serta
harga murah dan bersaing.
BAK
GAYUNG
Sabtu, 31 Agustus 2013
5 Strategi Jitu Membangun Bisnis Sendiri
Punya usaha sendiri dan menikmati kesuksesan perjuangan Anda rasanya menyenangkan. Hanya saja, terkadang imajinasi kesuksesan ini dikalahkan dengan kesulitan yang terbayang saat akan memulai usaha.
"Sebenarnya menjadi seorang wirausaha itu tidak sulit-sulit amat kok. Asal Anda tahu triknya, maka menjadi pebisnis itu banyak peluang suksesnya," ungkap Andi S. Boediman, Chairman of Ideoworks (e-commerce partner) beberapa waktu lalu di Jakarta.
Sebagai langkah awal membangun usaha ada beberapa tip yang diberikan Andi.
1. Mulai dari hal simpel.
Bingung memilih produk apa yang akan dijual? Daripada pusing-pusing, kenapa tak coba untuk melirik lingkungan sekitar dan kebutuhan sehari-hari Anda? "Biasakan berpikir dari hal-hal simpel di sekitar Anda, karena bisa jadi ide sederhana ini justru akan membawa Anda pada kesuksesan," katanya.
Ia menambahkan bahwa pola pikir bisnis laki-laki dan perempuan ternyata sangat berbeda. Umumnya, laki-laki kebanyakan berpikir keras dan memilih produk yang aneh dan rumit untuk menarik minat konsumen. Sebaliknya, perempuan justru dinilainya lebih memiliki ide yang sederhana namun cukup menjanjikan.
2. Diferensiasi produk
Sebelum memutuskan membuat usaha, Anda sudah harus tahu produk apa yang akan dijual. Usahakan memilih produk yang berbeda dengan produk pada umumnya. "Unik itu tidak selalu dari bentuk barangnya. Tapi unik juga bisa berasal dari cerita dibalik pembuatannya, atau presentasi dan kombinasi produknya," jelas Andi.
Kombinasi produk misalnya, saat Anda memutuskan untuk menjual pakaian maka Anda bisa saja memadumadankan atasan dan bawahan yang biasa jadi lebih terlihat unik secara keseluruhan. Oleh karena itu, kemasan dan deskripsi itu sangat penting untuk pembeli, terlebih ketika Anda menjalankan bisnis online.
3. Promosi
Promosi adalah salah satu hal yang paling penting dalam usaha. Meski demikian, bukan berarti Anda boleh jor-joran untuk promosi,misalnya dengan flyer, atau spanduk besar.
Selain menghabiskan banyak uang, cara ini juga dinilai kurang relevan di zaman sekarang. "Kenapa tak coba untuk promosi di media sosial yang Anda miliki? Gunakan saja Facebook, BBM, atau Twitter. Selain akrab dengan hidup Anda sehari-hari, Anda juga bisa dengan mudah memberi update kepada calon pelanggan," sarannya.
4. Jangan habiskan uang untuk interior
Andi mengungkapkan biaya terbesar dalam membangun usaha adalah untuk membangun toko dan interiornya. Hal ini bisa dipahami karena hal pertama yang dilihat konsumen adalah toko dan interiornya. Akan tetapi, ini bukanlah sebuah pembenaran untuk Anda menghabiskan banyak uang untuk renovasi toko.
Jadilah sedikit lebih kreatif dengan menggunakan benda-benda yang murah namun unik untuk menghias toko. Misalnya, sangkar burung, pohon plastik, pot bunga,kertas bekas dan lain-lain.
5. Beri opsi pembayaran
Saat ini kebanyakan orang lebih memilih membayar dengan menggunakan kartu kredit atau debit dibandingkan dengan uang tunai. Sebagai pengusaha, Anda tentu harus siap sedia menyediakan berbagai alternatif cara pembayaran produk yang diinginkan konsumen. Hal ini sangat penting, terutama pada bisnis online. (tribunnews 310813)
Kamis, 29 Agustus 2013
Syarat PLBL Liem Hie Djung Menjadi Pelabuhan Internasional
SK Kepabeanan dan Cukai Segera Terbit
NUNUKAN - Perlahan tetapi pasti, itulah salah satu prinsip yang dianut Dinas Perhubungan komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Nunukan dalam mewujudkan Pas Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung (baca: Lamijung) menjadi pelabuhan Internasional.
“Keraguan selama ini, bahwa usaha yang saya lakukan akan sulit terwujud, tapi karena rasa optimis saya, secara perlahan apa yang menjadi persyaratan dilengkapi sehingga pada akhirnya bisa terealisasi semuanya,” terang Kepala Dishubkominfo Robby Nahak Serang kepada Radar Tarakan usai melakukan pertemuan dengan Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Timur, Indra Gautama Sukiman dan sejumlah instansi terkait, belum lama ini.
Kedatangan Indra Gautama Sukiman ini sekaligus melakukan peninjauan terhadap fasilitas di PLBL Liem Hie Djung. Peninjauan dilakukan sebelum Kantor Kepabaeanan dan Cukai mengeluarkan Surat Keputusan Kepabeanan untuk pelabuhan tersebut. “Karena tinggal satu persyaratan itu saja yang belum ada sehingga tidak difungsikan sebagai pelabuhan Internasional,” ucapnya.
Salah satu syarat yang harus dilengkapi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan dalam hal ini Dishubkominfo menurut Robby adalah X-Ray. Namun dipastikan fasilitas tersebut akan tersedia dalam waktu dekat sehingga Dishubkominfo optimis Pelabuhan Lamijung bisa dioperasikan sebagai Pelabuhan Internasional pada 1 januari 2014 sesuai dengan permintaan Kantor Kepabeanan dan Cukai.
“Kalau kita sudah pasang X-Ray disini (Lamijung,Red), maka SK Kepabeanan dan Cukai akan segera turun dan pelabuhan ini bisa kita fungsikan sebagai pelabuhan Internasional,” tegasnya.
Hal lain, mengenai sarana pendukung seperti salah satu ponton dari tiga ponton yang ada di dermaga yang belum diperbaiki, dikatakan Robby juga akan segera dibahas dengan sejumlah SKPD terkait. “Kalau yang ada dua, ya dua dulu yang kita fungsikan, kalau kapal reguler Nunukan-Tawau yang saat ini beroperasi ada 7 buah di pelabuhan Tunon Taka maka pengalihan ke PLBL lamijung itu dilakukan secara bertahap, bisa 1, 2, 3 dan seterusnya,hingga semuanya,” pungkasnya. (radar.tarakan - 29082013)
NUNUKAN - Perlahan tetapi pasti, itulah salah satu prinsip yang dianut Dinas Perhubungan komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Nunukan dalam mewujudkan Pas Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung (baca: Lamijung) menjadi pelabuhan Internasional.
“Keraguan selama ini, bahwa usaha yang saya lakukan akan sulit terwujud, tapi karena rasa optimis saya, secara perlahan apa yang menjadi persyaratan dilengkapi sehingga pada akhirnya bisa terealisasi semuanya,” terang Kepala Dishubkominfo Robby Nahak Serang kepada Radar Tarakan usai melakukan pertemuan dengan Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Timur, Indra Gautama Sukiman dan sejumlah instansi terkait, belum lama ini.
Kedatangan Indra Gautama Sukiman ini sekaligus melakukan peninjauan terhadap fasilitas di PLBL Liem Hie Djung. Peninjauan dilakukan sebelum Kantor Kepabaeanan dan Cukai mengeluarkan Surat Keputusan Kepabeanan untuk pelabuhan tersebut. “Karena tinggal satu persyaratan itu saja yang belum ada sehingga tidak difungsikan sebagai pelabuhan Internasional,” ucapnya.
Salah satu syarat yang harus dilengkapi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan dalam hal ini Dishubkominfo menurut Robby adalah X-Ray. Namun dipastikan fasilitas tersebut akan tersedia dalam waktu dekat sehingga Dishubkominfo optimis Pelabuhan Lamijung bisa dioperasikan sebagai Pelabuhan Internasional pada 1 januari 2014 sesuai dengan permintaan Kantor Kepabeanan dan Cukai.
“Kalau kita sudah pasang X-Ray disini (Lamijung,Red), maka SK Kepabeanan dan Cukai akan segera turun dan pelabuhan ini bisa kita fungsikan sebagai pelabuhan Internasional,” tegasnya.
Hal lain, mengenai sarana pendukung seperti salah satu ponton dari tiga ponton yang ada di dermaga yang belum diperbaiki, dikatakan Robby juga akan segera dibahas dengan sejumlah SKPD terkait. “Kalau yang ada dua, ya dua dulu yang kita fungsikan, kalau kapal reguler Nunukan-Tawau yang saat ini beroperasi ada 7 buah di pelabuhan Tunon Taka maka pengalihan ke PLBL lamijung itu dilakukan secara bertahap, bisa 1, 2, 3 dan seterusnya,hingga semuanya,” pungkasnya. (radar.tarakan - 29082013)
Rabu, 14 Agustus 2013
Tahun Ini IPA Binusan Dibangun
NUNUKAN – Instalasi pengolahan air (IPA) Binusan dengan kapasitas 10 liter per detik akan dibangun tahun ini. Proyek ini didanai APBN yang difasilitasi Dinas Pekerjaan Umum Kaltim.
“Yang jelasnya, akhir tahun ini IPA itu sudah dibangun. Di samping itu, di daerah Binusan nantinya juga akan dibangun jaringan pipa yang akan menelusuri jalan di sekitar daerah Binusan,” kata Kepala Bagian Teknik PDAM Nunukan, Dalimin.
Dikatakan Dalimin, direncanakan keberadaan IPA Binusan untuk melayani air bersih bagi masyarakat setempat. Setelah warga Binusan tercukupi, selanjutnya air bersih yang diolah dari IPA Binusan akan dialirkan untuk memenuhi pelanggan PDAM di sekitar sungai Patimah.
Pelanggan PDAM di sekitar sungai Patimah belum mendapatkan pelayanan air bersih secara optimal. Sebab, IPA Sungai Bilal yang diperuntukkan ke sana, produksi air bersihnya sudah sangat terbatas. Bahkan, layanan untuk daerah sungai Bilal telah dialihkan dari pelayanan air bersih yang dihasilkan IPA Persemaian.
“IPA Persemaian air bakunya dari Kampung Tator, yang kapasitasnya 50 liter per detik. Saat ini, kami sudah operasikan lebih kurang 8-10 jam,” sebutnya.
Dalimin juga menyampaikan, sebenarnya target PDAM di wilayah Nunukan dapat menjangkau mulai daerah Mambunut sampai ke Sedadap. Tapi sayangnya jaringan pipa masih belum tersediakan.
“Insya Allah juga tahun ini dan tahun 2014, akan ada pemasangan jaringan pipa itu nantinya akan dibagun oleh dinas PU,” katta Dalimin.
“Yang jelasnya, akhir tahun ini IPA itu sudah dibangun. Di samping itu, di daerah Binusan nantinya juga akan dibangun jaringan pipa yang akan menelusuri jalan di sekitar daerah Binusan,” kata Kepala Bagian Teknik PDAM Nunukan, Dalimin.
Dikatakan Dalimin, direncanakan keberadaan IPA Binusan untuk melayani air bersih bagi masyarakat setempat. Setelah warga Binusan tercukupi, selanjutnya air bersih yang diolah dari IPA Binusan akan dialirkan untuk memenuhi pelanggan PDAM di sekitar sungai Patimah.
Pelanggan PDAM di sekitar sungai Patimah belum mendapatkan pelayanan air bersih secara optimal. Sebab, IPA Sungai Bilal yang diperuntukkan ke sana, produksi air bersihnya sudah sangat terbatas. Bahkan, layanan untuk daerah sungai Bilal telah dialihkan dari pelayanan air bersih yang dihasilkan IPA Persemaian.
“IPA Persemaian air bakunya dari Kampung Tator, yang kapasitasnya 50 liter per detik. Saat ini, kami sudah operasikan lebih kurang 8-10 jam,” sebutnya.
Dalimin juga menyampaikan, sebenarnya target PDAM di wilayah Nunukan dapat menjangkau mulai daerah Mambunut sampai ke Sedadap. Tapi sayangnya jaringan pipa masih belum tersediakan.
“Insya Allah juga tahun ini dan tahun 2014, akan ada pemasangan jaringan pipa itu nantinya akan dibagun oleh dinas PU,” katta Dalimin.
Sumber: radartarakan.co.id - Rabu, 14 Agustus 2013.
Sabtu, 03 Agustus 2013
Tugu Dwikora-Bukti Sejarah Perjuangan Bangsa di Nunukan
KASAL Minta Dipercantik, Siapkan Tank dan Meriam
Bukti sejarah perjuangan bangsa ini-khususnya tugu Dwikora yang masih berdiri tegak di pintu perbatasan-Kabupaten Nunukan, wajib dilestarikan. Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Nunukan juga punya komitmen itu.
Samsul Malhotra----
Samsul Malhotra----
![]() |
| Tugu Dwikora |
Tugu itu tingginya kurang lebih 5 meter, terawat, dan dengan warna yang masih segar dilihat. Meski berada di halaman Puskesmas Nunukan, tugu tersebut selalu mendapat tempat untuk dihormati. Buktinya, beberapa kali peringatan hari besar nasional, salah satunya untuk mengenang perjuangan era konfrontasi Indonesia-Malaysia, di pusatkan di tugu tersebut.
Tugu bukan sekadar tugu, keberadaanya seharusnya bisa membekas, khususnya bagi generasi muda Nunukan. Jiwa nasionalisme perlu ditanamkan, agar tidak hanya dengan belajar di bangku pendidikan. Tapi, tindakan nyata dengan menjaga bukti sejarah tersebut.
Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Dr Marsetio MM dalam lawatannya belum lama ini ke Nunukan dan Sebatik-tegas soal menjaga tugu Dwikora. Ia bahkan memerintahkan Lanal Nunukan untuk lebih mempercantik monumen sejarah yang telah lama dimiliki daerah ini.
Danlanal Nunukan Letkol Laut (P) I Bayu saat dikonfirmasi hal tersebut membenarkan arahan KASAL. Ia mengatakan, untuk menambah daya tarik masyarakat Nunukan untuk lebih memperhatikan bukti sejarah yang dimiliki. Apalagi di Pulau Nunukan ini merupakan lokasi terbesar terjadinya Dwi Komando Rakyat (DWIKORA). Pihaknya, merencanakan menempatkan 2 alat perang yang sudah tidak difungsikan di samping tugu Dwikora. Yakni, tank dan meriam.
Dengan tujuan, lanjutnya, agar bukti sejarah yang dimiliki di wilayah perbatasan ini semakin terlihat dan mengenang kebesaran peristiwa sejarah perjuangan DWIKORA. Dimana, tahun 1961 Malaysia berkeinginan menggabungkan Brunei, Sabah, dan Serawak dalam Persekutuan Tanah Melayu.
Namun, ditentang keras oleh Presiden Soekarno. Konfrontasi antara Indonesia–Malaysia yang terjadi tahun 1962-1966 dimana sangat menentukan nasib masa depan Kalimantan.
“Selain itu, tugu tersebut dapat dijadikan tempat pendidikan edukasi kepada pelajar-pelajar di Nunukan. Seperti apa sejarahnya, dan tentunya masyatakat Nunukan juga dapat menjadikannya tempat rekreasi,” idenya.
Selama ini, lanjut Danlanal, tugu Dwikora sudah sering dilakukan perawatan. Seperti beberapa waktu lalu dilakukan pengecatan dan membersihkan halaman dimana tugu berdiri. Namun, masih belum dapat menarik perhatian masyarakat.
“Untuk itu, kita sangat meminta dukungan seluruh masyarakat, instansi terkait, veteran dan tentunya dukungan penuh pemkab Nunukan agar keinginan kita dapat terwujud . Karena kalau bukan kita, siapa lagi yang harus merawat dan menjaga bukti sejarah ini,” pesannya.
Sementara itu, Amir Tuwing anggota PPM Nunukan sangat mengapresiasikan sikap Lanal Nunukan untuk menjaga dan merawat monumen tugu Dwikora yang merupakan bukti adanya pejuang di bumi Panguntaka, yakni mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan NKRI.
“Saya sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi atas sikap yang dilakukan Lanal Nunukan. Saya yakin, jika rencana tersebut terwujud, maka masyarakat akan banyak mengunjungi tugu tersebut,” yakinnya.
Dikatakan, tidak banyak yang diinginkan para pejuang yang telah gugur maupun yang masih hidup. Mereka hanya ingin apa yang telah dipejuangkan dapat dipertahankan dan dijaga. Tidak lebih.
“Mencintai negeri ini merupakan salah satu bentuk dari penghargaan kita kepada pahlawan. Mencintai negeri ini berarti menjaga negeri ini dari kerusakan, baik secara fisik maupun mental. (hms/ica)
Sumber: radartarakan.co.id - Senin, 1 Juli 2013
Kamis, 01 Agustus 2013
Cerita Rakyat Nunukan
Nunukan Miliki 11 Cerita Rakyat
Warga Nunukan Diajak Tulis Cerita Rakyat
LOMBA MENULIS CERITA RAKYAT DAERAH SE - KABUPATEN NUNUKAN
Kabupaten Nunukan baru memiliki 11 cerita rakyat, yang berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Nunukan. Cerita rakyat tersebut diperoleh dari syambera yang digelar Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Daerah (KPAD) Kabupaten Nunukan, tahun lalu.
Cerita cerita rakyat yang berkembang di Kabupaten Nunukan itu yaitu, Sejarah Gora Moyang di Kecamatan Krayan, Asal Mula Dulun Sebuku, Guya Muyang dan Layung Sari, Sejarah Asal Mula Nunukan, Dongeng Yupai Semaring di Krayan, Asal Mula Nama Desa Atap, Asal Mula Nama Desa Pembeliangan dan Terbentuknya Kecamatan Sebuku, Asal Usul Batu Lamampu, Sejarah Ringkas Pulau Sebatik,Yaki Bumbulis, Ibataol dan Putri Kayangan.
Kepala KPAD Nunukan Hajjah Susilawaty mengatakan, pada lomba cerita rakyat Kabupaten Nunukan tahun lalu pihaknya telah mendapatkan enam pemenang dari 11 cerita rakyat yang diseleksi. Sebagai tindaklanjutnya, cerita-cerita ituk dibukukan dalam bentuk Kumpulan Cerita Rakyat tahun 2012.
“Nanti 2013 kita melihat lagi dengan koleksi yang baru,” ujarnya.
Cerita rakyat ini merupakan penelusuran sejarah di Kabupaten Nunukan. Diharapkan sejarah yang hampir hilang bisa tergali dengan baik.
“Generasi yang mempunyai legenda itu suatu saat akan musnah, sementara tidak ada lagi penerusnya yang bisa menceritakan. Karena itu perlu kita buatkan buku. Sehingga walaupun generasi yang punya cerita itu sudah tidak ada, masih ada buku-bukunya. Buku yang kita cetak selain disimpan di perpustakaan daerah, kita teruskan juga ke perpustakaan sekolah,” ujarnya.
Selain dalam bentuk buku, pelestarian cerita rakyat ini dilakukan melalui lomba bercerita yang diikuti murid murid sekolah dasar.
Sumber : http://kaltim.tribunnews.com - Kamis, 1 Agustus 2013
Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Daerah Nunukan mengajak pelajar dan masyarakat umum di Nunukan untuk menulis cerita rakyat. Selama ini, cerita-cerita rakyat di daerah ini nyaris tak terekam dalam tulisan yang bisa dibaca masyarakat umum.
Ketua Panitia Lomba Penulisan Cerita Rakyat Daerah Hasnah mengatakan, penulisan cerita rakyat ini dilombakan dengan tujuan mengungkap akar budaya yang ada di Kabupaten Nunukan sekaligus memperkenalkan asal usul dan adat istiadat suatu daerah serta sejarahnya.
Lomba yang bertemakan “Menumbuhkembangkan Rasa Kecintaan Terhadap Budaya Daerah dan Nasionalisme Dalam Proses Pembentukan Karakter Bangsa dan Jatidiri Bangsa” ini diharapkan bisa membuka cakrawala generasi muda untuk lebih mengetahui akar budaya dari lingkungan terdekatnya. Sehingga mereka dapat mengambil nilai-nilai kehidupan dari cerita asal daerahnya untuk dapat menjalani kehidupan masa kini dan masa datang dengan lebih baik.
Generasi muda di daerah ini juga bisa mampu memahami secara detail fenomena dan peristiwa nasional yang bersifat pragmatis.
“Jadi cerita rakyat ini untuk menghimpun cerita-cerita dari berbagai daerah, kecamatan, suku yang berasal dari Kabupaten Nunukan. Nantinya cerita rakyat ini kita kumpulkan dan dibuat buku lalu kita berikan kepada pelajar dan memberitahukan bahwa di daerah ini, di Kabupaten Nunukan kita punya cerita yang bagus. Cerita yang dulu terjadi,” ujarnya.
Peserta lomba terdiri dari pelajar maupun masyarakat umum dengan tulisan berjudul bebas. Kegiatan lomba dibuka sejak 7 Agustus dan naskah cerita diterima panitia paling lambat 24 September mendatang di Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Nunukan.
Sumber: http://www.tribunnews.com - Kamis, 6 September 2012
LOMBA MENULIS CERITA RAKYAT DAERAH SE - KABUPATEN NUNUKAN
Dalam rangka membangkitkan semangat, rasa cinta pada daerah, sekaligus pembentukan karakter generasi muda agar mampu membangun jati diri bangsa, Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Nunukan mengadakan LOMBA MENULIS CERITA RAKYAT DAERAH KABUPATEN NUNUKAN.
Lomba ini diharapkan mampu mengantarkan generasi muda untuk mengetahui berbagai macam kultur budaya dan etnik masyarakat di Kabupaten Nunukan sehingga dapat mencintai daerahnya.
Lomba yang berlangsung mulai tanggal 24 Agustus 2012 – 17 September 2012 ini bertema “MENUMBUHKEMBANGKAN RASA KECINTAAN TERHADAP BUDAYA DAERAH DAN NASIONALISME DALAM PROSES PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA DAN JATI DIRI BANGSA”
Peserta yang mengikuti lomba ini adalah pelajar dan masyarakat umum yang berdomisili di Kabupaten Nunukan. Sedangkan metode yang digunakan yaitu peserta bebas dalam menentukan judul dan penulisan cerita kemudian diserahkan ke panitia lomba dalam bentuk naskah (beberapa kriteria tertentu).
Ada beberapa kriteria yang akan menjadi penilaian juri yaitu Keaslian Cerita ( isi cerita ),
Struktur Penulisan Cerita, Bahasa ( kaidah penggunaan bahasa ). Untuk naskah cerita yang telah diserahkan ke panitia akan langsung menjadi hak milik Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi kabupaten Nunukan dan tidak dapat ditarik kembali. Yang menjadi poin paling penting dalam lomba kali ini adalah orisinilitas cerita atau dengan kata lain bukan saduran dari buku manapun dan belum pernah diterbitkan di media manapun.
Pengumuman pemenang akan diumumkan pada Hari Ulang Tahun Kabupaten Nunukan. Hadiah yang disediakan oleh Panitia berupa Piala, Piagam Penghargaan dan Uang Pembinaan.
Untuk mengetahui pedoman lomba secara lengkap, dapat download melalui >> pedoman lomba [chie]
Sumber: kpadnunu
Minggu, 07 Juli 2013
6 Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring Razia di Nunukan
Nunukan: Petugas gabungan menggelar razia minuman keras, rumah kos, serta tempat hiburan malam di Nunukan, Kalimantan Utara, Sabtu (6/7). Petugas berhasil menangkap pasangan bukan suami istri, serta menyita 175 botol minuman keras asal Malaysia.
Petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polisi Militer, YNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Darat, dan Brimob, melaksanakan razia atas intruksi Bupati Nunukan. Razia tersebut dilakukan untuk mengurangi tindak kejahatan yang diduga dipicu oleh miras menjelang datanganya bulan Ramadan.
Hotel dan rumah kos yang menjadi sasarn razia yaitu di Jalan Bhayangkara dan kawasan Lambada. Di daerah tersebut, petugas mengamankan enam pasangan bukan suami istri. Tiga diantaranya masih berstatus sebagai pelajar di salah satu SMA swasta di Nunukan. Mereka kemudian dibawa ke kantor Satpol PP Nunukan untuk didata dan dibina.
Kepala Satpol PP Nunukan, AKP Syafrudin, berharap razia tersebut dapat memberi efek jera bagi para penjual minuman keras.Komentar
Sumber: Metrotvnews.com,- Sabtu, 06 Juli 2013 | 23:08 WIB
Senin, 01 Juli 2013
Pemukiman Warga Dikeluarkan dari Hutan Lindung
NUNUKAN, Kepala Bidang Penataan Ruang pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nunukan Sutan N Siburian mengatakan, sesuai rekomendasi Tim Terpadu Perubahan RTRW Provinsi Kalimantan Timur, Hutan Lindung Pulau Nunukan (HLPN) direkomendasikan untuk ditetapkan menjadi seluas 2.857 hektare. Sementara sisanya 20.524 hektare berupa Kawasan Budidaya Non Kehutanan.
Diungkapkannya, beberapa kawasan yang telah padat permukiman masyarakat saat ini seperti Kampung Tator, juga telah disetujui untuk dialih fungsikan menjadi Areal Penggunaan Lain (APL) atau dulunya disebut Kawasan Budidaya Non Kehutanan (KBNK).
“Namun patut disayangkan, hasil kerja tim terpadu yang sudah menyelesaikan tugas pada medio April 2012 tidak cepat ditindaklanjuti Kementerian Kehutanan untuk merevisi SK Menhut Nomor 79 tahun 2001,” ujarnya.
Secara ideal, sebutnya, luasan yang direkomendasikan untuk dijadikan HLPN memang belum mencapai 30 persen atau sekitar 7.014,3 hektare. Namun tentunya selain HLPN masih terdapat kawasan lindung setempat lainnya dan ruang terbuka hijau yang sesuai fungsi juga akan berfungsi lindung.
Jika mengacu pada SK Menteri Kehutanan Nomor 79 tahun 2001, Pulau Nunukan memiliki sekitar 1.744 hektare hutan lindung dan sekitar 5.343 hektare Kawasan Budidaya Kehutanan lainnya berupa Hutan Produksi.
“Terutama akan berfungsi menjaga kondisi dan ketersediaan air tanah, mengurangi laju infiltrasi air laut dan mencegah terjadinya erosi permukaan yang berlebihan,” ujarnya.
Revisi luasan HLPN ini sebelumnya sudah melalui konsultasi publik, pada 18 April 2013 yang dihadiri unsur Pemkab Nunukan, anggota DPRD, LSM, aparat kecamatan dan kelurahan, kepala desa serta Ketua-ketua RT dan tokoh masyarakat.
Hal penting yang mendominasi pembahasan yakni keberadaan HLPN. Hal-hal lain yang menjadi sorotan dan keprihatinan masyarakat adalah kurangnya tanda atau patok batas yang ada di batas HLPN saat ini, kurangnya ketersediaan tanda-tanda batas wilayah kecamatan, kelurahan atau desa serta batas Rukun Tetangga (RT). Beberapa kawasan pemukiman seperti perumahan relokasi warga sekitar Porsas yang wilayahnya terkena pembangunan jalan lingkar Pulau Nunukan, meminta kejelasan atas status tanah yang mereka tinggali saat ini.
Mereka juga meminta untuk pembangunan fisik terutama jalan dapat ditingkatkan kualitasnya. Masyarakat juga secara kritis menginginkan pelaksanaan program pengendalian ruang seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan pemasangan patok Garis Sempadan Bangunan (GSB), dapat diterapkan secara menyeluruh dan disertai dengan proses pengawasan yang rutin dilaksanakan oleh instansi terkait.
Sutan mengatakan, sejak dibentuk pada tahun 1999, Kabupaten Nunukan belum memiliki rencana tata ruang wilayah tersendiri. Baru pada November 2012, setelah melalui perjalanan panjang pembahasan usulan perubahan fungsi kawasan yang dilakukan bersama antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur serta Pemerintah Kabupaten/Kota se- Kalimantan Timur yang tergabung dalam Tim Terpadu (TIMDU) Perubahan RTRW Provinsi Kaltim, Persetujuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Persetujuan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan mengajukan Raperda RTRW ke DPRD Kabupaten untuk dibahas menjadi peraturan daerah.
DPRD Kabupaten Nunukan memberikan persetujuan sesuai Keputusan DPRD Nomor 4/DPRD.2012 tanggal 31 Maret 2013. Raperda RTRW tersebut akan diajukan untuk evaluasi atau konsultasi ke Gubernur Kalimantan Timur dan Pemerintah Pusat sebelum ditetapkan, dan juga harus melalui tahapan Konsultasi Publik ke masyarakat Kabupaten Nunukan.
Mengingat Kabupaten Nunukan terdiri dari 16 kecamatan dan memiliki letak geografis yang menyulitkan untuk melaksanakan Konsultasi Publik secara terpusat, maka Badan Koordinasi Penataaan Ruang Daerah (BKPRD) Kabupaten Nunukan beserta Kelompok Kerja Perencanaan Ruang dan Pokja Pengendalian Pemanfaatan Ruang merencanakan untuk melaksanakan Konsultasi Publik secara terpisah meliputi, Konsultasi Publik untuk Kecamatan Nunukan dan Kecamatan Nunukan Selatan dilaksanakan di Kantor Bupati Nunukan, Kecamatan Nunukan Selatan.
Selanjutnya Konsultasi Publik untuk Kecamatan Sebatik, Kecamatan Sebatik Barat, Kecamatan Sebatik Timur, Kecamatan Sebatik Tengah dan Kecamatan Sebatik Utara dilaksanakan di Kantor Kecamatan Sebatik Timur.
Konsultasi Publik untuk Kecamatan Lumbis dan Lumbis Ogong dilaksanakan di Balai Pertemuan Umum (BPU) Mensalong Kecamatan Lumbis dan Konsultasi Publik untuk Kecamatan Sebuku, Kecamatan Sembakung, Kecamatan Tulin Onsoi, Kecamatan Seimanggaris dan Kecamatan Sembakung Atulai dilaksanakan di BPU Pembeliangan, Kecamatan Sebuku.
Kesepakatan Konsultasi Publik Raperda RTRW Kabupaten Nunukan Tahun 2012 – 2032 di Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan
1. Pada prinsipnya masyarakat Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan sangat mendukung penyelesaian Raperda RTRW Kabupaten Nunukan
“Namun patut disayangkan, hasil kerja tim terpadu yang sudah menyelesaikan tugas pada medio April 2012 tidak cepat ditindaklanjuti Kementerian Kehutanan untuk merevisi SK Menhut Nomor 79 tahun 2001,” ujarnya.
Secara ideal, sebutnya, luasan yang direkomendasikan untuk dijadikan HLPN memang belum mencapai 30 persen atau sekitar 7.014,3 hektare. Namun tentunya selain HLPN masih terdapat kawasan lindung setempat lainnya dan ruang terbuka hijau yang sesuai fungsi juga akan berfungsi lindung.
Jika mengacu pada SK Menteri Kehutanan Nomor 79 tahun 2001, Pulau Nunukan memiliki sekitar 1.744 hektare hutan lindung dan sekitar 5.343 hektare Kawasan Budidaya Kehutanan lainnya berupa Hutan Produksi.
“Terutama akan berfungsi menjaga kondisi dan ketersediaan air tanah, mengurangi laju infiltrasi air laut dan mencegah terjadinya erosi permukaan yang berlebihan,” ujarnya.
Revisi luasan HLPN ini sebelumnya sudah melalui konsultasi publik, pada 18 April 2013 yang dihadiri unsur Pemkab Nunukan, anggota DPRD, LSM, aparat kecamatan dan kelurahan, kepala desa serta Ketua-ketua RT dan tokoh masyarakat.
Hal penting yang mendominasi pembahasan yakni keberadaan HLPN. Hal-hal lain yang menjadi sorotan dan keprihatinan masyarakat adalah kurangnya tanda atau patok batas yang ada di batas HLPN saat ini, kurangnya ketersediaan tanda-tanda batas wilayah kecamatan, kelurahan atau desa serta batas Rukun Tetangga (RT). Beberapa kawasan pemukiman seperti perumahan relokasi warga sekitar Porsas yang wilayahnya terkena pembangunan jalan lingkar Pulau Nunukan, meminta kejelasan atas status tanah yang mereka tinggali saat ini.
Mereka juga meminta untuk pembangunan fisik terutama jalan dapat ditingkatkan kualitasnya. Masyarakat juga secara kritis menginginkan pelaksanaan program pengendalian ruang seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan pemasangan patok Garis Sempadan Bangunan (GSB), dapat diterapkan secara menyeluruh dan disertai dengan proses pengawasan yang rutin dilaksanakan oleh instansi terkait.
Sutan mengatakan, sejak dibentuk pada tahun 1999, Kabupaten Nunukan belum memiliki rencana tata ruang wilayah tersendiri. Baru pada November 2012, setelah melalui perjalanan panjang pembahasan usulan perubahan fungsi kawasan yang dilakukan bersama antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur serta Pemerintah Kabupaten/Kota se- Kalimantan Timur yang tergabung dalam Tim Terpadu (TIMDU) Perubahan RTRW Provinsi Kaltim, Persetujuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Persetujuan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan mengajukan Raperda RTRW ke DPRD Kabupaten untuk dibahas menjadi peraturan daerah.
DPRD Kabupaten Nunukan memberikan persetujuan sesuai Keputusan DPRD Nomor 4/DPRD.2012 tanggal 31 Maret 2013. Raperda RTRW tersebut akan diajukan untuk evaluasi atau konsultasi ke Gubernur Kalimantan Timur dan Pemerintah Pusat sebelum ditetapkan, dan juga harus melalui tahapan Konsultasi Publik ke masyarakat Kabupaten Nunukan.
Mengingat Kabupaten Nunukan terdiri dari 16 kecamatan dan memiliki letak geografis yang menyulitkan untuk melaksanakan Konsultasi Publik secara terpusat, maka Badan Koordinasi Penataaan Ruang Daerah (BKPRD) Kabupaten Nunukan beserta Kelompok Kerja Perencanaan Ruang dan Pokja Pengendalian Pemanfaatan Ruang merencanakan untuk melaksanakan Konsultasi Publik secara terpisah meliputi, Konsultasi Publik untuk Kecamatan Nunukan dan Kecamatan Nunukan Selatan dilaksanakan di Kantor Bupati Nunukan, Kecamatan Nunukan Selatan.
Selanjutnya Konsultasi Publik untuk Kecamatan Sebatik, Kecamatan Sebatik Barat, Kecamatan Sebatik Timur, Kecamatan Sebatik Tengah dan Kecamatan Sebatik Utara dilaksanakan di Kantor Kecamatan Sebatik Timur.
Konsultasi Publik untuk Kecamatan Lumbis dan Lumbis Ogong dilaksanakan di Balai Pertemuan Umum (BPU) Mensalong Kecamatan Lumbis dan Konsultasi Publik untuk Kecamatan Sebuku, Kecamatan Sembakung, Kecamatan Tulin Onsoi, Kecamatan Seimanggaris dan Kecamatan Sembakung Atulai dilaksanakan di BPU Pembeliangan, Kecamatan Sebuku.
Kesepakatan Konsultasi Publik Raperda RTRW Kabupaten Nunukan Tahun 2012 – 2032 di Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan
1. Pada prinsipnya masyarakat Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan sangat mendukung penyelesaian Raperda RTRW Kabupaten Nunukan
2. Hutan Lindung hasil Tim Terpadu harus disosialiasikan serta diberi patok dan tanda batas yang jelas.
3. Program pemerintah sebagai implementasi dari RTRW setelah ditetapkan akan dilaksanakan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat umum serta harus sesuai dengan RTRW yang ada.
4. Pemerintah daerah melalui instansi terkait dan melibatkan RT segera melakukan pendataan warga masyarakat yang ada dalam kawasan Hutan Lindung, dan akan melakukan upaya untuk tidak menambah pemukiman/kebun/usaha masyarakat lainnya di dalam Hutan Lindung.
5. Batas wilayah Desa, Kelurahan dan RT agar dan akan diperbaiki dan diberi tanda batas yang jelas di lapangan
6. Instansi teknis yang terkait dengan seluruh elemen masyarakat akan meningkatkan fungsi pengawasan serta pembinaan dalam penggunaan ruang, khususnya di sekitar Hutan Lindung Pulau Nunukan.
Sumber: Tribun Kaltim - Minggu, 30 Juni 2013
Arief Bappenas
Selasa, 25 Juni 2013
Misi Promosikan Wisata Daerah
Dari Ajang Pemilihan Putra-Putri Duta Wisata 2013
NUNUKAN – Ajang
pemilihan putra dan putri Duta Wisata 2013 Kabupaten Nunukan gelaran
Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olaraga (Disbudparpora)
Kabupaten Nunukan, berakhir sukses.
Minggu (23/6) malam merupakan puncak
acara grand final pemilihan putra dan putri Duta Wisata 2013 yang
berlangsung di Gedung Olahraga (GOR).
Pemanang yang mendapatkan juara di
Pemilihan Putra dan Putri Duta Wisata 2013 berhak mendapatkan piagam,
sertifikat dan uang pembinaan. Sedangkan pemenang Duta Berbakat, Duta
Persahabatan, dan Duta Fotogenic berhak mendapatkan selempang dan
sertifikat.
Pada malam grand final Pemilihan Duta
Wisata tahun 2013, ajang ini khususnya di tahap final hanya disertai 10
peserta putri dan 9 peserta Putra.
Seperti disampaikan PPT Pemilihan Duta
Wisata 2013 Bernadus Bolli, selama lima hari di karantina, 19 peserta
generasi muda tersebut telah dinilai sekaligus mendapatkan pengajaran
saol pengetahuan umum pemerintahan di pusat maupun daerah.
“Seperti diskusi, pisikologi dan
pengembangan diri, kepribadian diri, keperibadian dan tata penampilan,
publik speaking, sesi pengambilan foto, dan berbagai aktivitas lainnya
yang bertujuan menambah wawasan dan pengetahuan,” pungkasnya.
Pemilihan Putra Putri Duta Wisata
Kabupaten Nunukan 2013 ini merupakan yang pertama kalinya
diselenggarakan Disbudparpora Kabupaten Nunukan.
Dengan tujuan untuk mengembangkan
potensi diri dan menciptakan generasi muda yang berkepribadiaan
khususnya di bidang kebudayaan dan kepariwisataan di Kabupaten Nunukan.
Duta Wisata ini juga berfungsi sebagai
duta pariwisata dan duta budaya dengan tugas pokoknya, adalah
mempublikasikan dan mesarkan potensi pariwisata.
“Kegiatan ini yang merupakan salah satu
ajang untuk membantu mempromosikan potensi wisata dan potensi daerah
lainnya yang ada di Kabupaten Nunukan, sekaligus sebagai sarana
pengembangan potensi, bakat, kreativitas dan kecerdasan generasi muda,”
terangnya.
Untuk selanjutnya, juara pemilihan Putra dan Putri Duta Wisata 2013, rencananya akan mengikuti Duta Wisata di tingkat provinsi dalam upaya memperkenalkan potensi pariwisata.
Sumber: radartarakan.co.id - Sealsa, 25 Juni 2013
Rabu, 19 Juni 2013
TIM PPID BERKOODINASI, WEBSITE PPID DI-LAUNCHING
![]() |
| Wabup Hj. Asmah Gani Launching Website PPID Kabupaten nunukan |
Mendukung Keterbukaan Informasi Publik dan memenuhi kewajiban yang
telah diundangkan dalam UU No 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan
Informasi Publik maka pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan yang
di-leading Sector -i oleh Bagian Humas dan Protokol Setda Nunukan, Kamis
(13/06) bertempat di Ruang Pertemuan Lt. IV Kantor Bupati Nunukan
menyelenggarakan Rapat Konsultasi dan Koordinasi Serta Sosialisasi UU
Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Menurut Wakil Bupati Nunukan Hj. Asmah Gani dalam pembukaan Rapat tersebut menyampaikan bahwa prinsip prinsip pemerintahan yang akuntabel dan transparan di era keterbukaan informasi sudah menjadi kewajiban bagi setiap lembaga penyelenggara negara untuk benar benar dapat mewujudkannya.
" Pemerintahan yang baik tentunya adalah pemerintahan yang mampu untuk menjabarkan kebutuhan masyarakatnya, termasuk juga mampu untuk menjelaskan kepada masyarakatnya akan rencana dan program kerja yang telah disusun guna kesejahteraan masyarakat itu sendiri', tegas Hj. Asmah Gani di hadapan 36 Peserta Rapat yang terdiri dari pimpinan SKPD yang tergabung dalam TIM PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) yang telah dibentuk dengan Surat Keputusan Bupati Nunukan Bupati Nunukan nomor 188.45/182/II/2013 tanggal 07 Februari 2013.
Lebih lanjut Hj. Asmah Gani juga menyampaikan bahwa dengan telah terbentuknya tim kerja penyedia informasi yang tergabung dalam tim Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi adalah merupakan wujud kepedulian pemerintah untuk dapat menciptakan keterbukaan informasi publik di lingkungan pemerintah daerah kabupaten nunukan.
Seusai sambutan dan secara Resmi membuka acara, Hj Asmah Gani dengan didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan selaku PPID I dan Narasumber melakukan Launching Website PPID dengan menekan Tombol Enter. Website yang beralamat di www. ppid.nunukankab.go.id ini merupakan salah satu fasilitas layanan informasi oleh Tim PPID Kabupaten Nunukan, kepada masayarakat sebagai pemohon Informasi yang menganut prinsip layanan informasi yang mudah, murah, cepat, dan sederhana.
Seusai pembukaan, 36 peserta rapat sebagai TIM PPID Kabupaten Nunukan yang dimoderatori oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Drs. Tommy Harun, M.Si kemudian mengikuti Sosialisasi UU Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Konsultasi dengan Narasumber dari Komisi Informasi Provinsi Kaltim Lilik Rukitasari, SH.,S.Sos.,MH dan Kabid Dokimfo Diskominfo Provinsi Kaltim Drs. Husaini.(hms)
Jumat, 14 Juni 2013
SP3 Awang Faroek Dipersoalkan
Jumat, 07 Juni 2013
Gempa Sesar Geser Robohkan Jembatan Inhutani
Sempat Dikira Benturan Kapal
NUNUKAN – Sama seperti di Tarakan, getaran berkekuatan 4,8 Skala Richter (SR) juga dirasakan warga pulau Nunukan. Tapi sebelumnya, warga khususnya di kawasan Inhutani mengira, getaran itu lantaran benturan atau senggolan kapal muatan.
Gempa yang persis berada di 03,11 LU dan 117,89 BT. Sekitar 46 kilometer bagian tenggara Kota Tarakan, dirasakan sekira pukul 03.20 dinihari Kamis (6/6), bahkan mengakibatkan robohnya jembatan penghubung antara jalan Dermaga Inhutani dan Sungai Bolong Kelurahan Nunukan Utara.
Warga Inhutani yang berada di pesisir pantai mengira, getaran itu terjadi akibat senggolan Kapal Muatan yang sandar di samping jembatan Dermaga Inhutani. Untuk memastikan hal tersebut beberapa warga Inhutani keluar dari rumah untuk memastikan.
Lebih pasti soal getaran, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nunukan Taruna Mona melalui Kepala Kelompok Teknisi BMKG Rimanto menjelaskan, getaran tersebut adalah gempa.
“Untuk di Nunukan getaran dirasakan 2MMI (Modified Mercalli Intensity) yakni bisa dirasakan beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Sedangkan jenis gempa yaitu Sesar Geser dengan arah ke kiri,” jelas Rimanto.
Sementara itu Petugas Pusat Gempah Nasional yang di hubungi melalui via telepon membenarkan adanya gempa tersebut. Namun gempa dinyatakan tidak berbahaya apalagi sampai menimbulkan tsunami. Sehingga, masyarakat di Kaltara tidak perluh khawatir dampaknya.
“Kalau untuk gempa itu tidak sampai menyebabkan tsunami. Karena gempa tersebut hanya berkuatan 4,8 SR. Masih berada pada 2 MMI. Jadi, masyarakat hanya merasakan getaran. Masyarakat juga tidak perluh khawatir. Di Nunukan hanya merasakan getarnya saja,” ungkapnya kepada Radar Tarakan diujung telepon. (*/chm)
Sumber: radartarakan.co.id - Jumat, 7 Juni 2013 NUNUKAN – Sama seperti di Tarakan, getaran berkekuatan 4,8 Skala Richter (SR) juga dirasakan warga pulau Nunukan. Tapi sebelumnya, warga khususnya di kawasan Inhutani mengira, getaran itu lantaran benturan atau senggolan kapal muatan.
Gempa yang persis berada di 03,11 LU dan 117,89 BT. Sekitar 46 kilometer bagian tenggara Kota Tarakan, dirasakan sekira pukul 03.20 dinihari Kamis (6/6), bahkan mengakibatkan robohnya jembatan penghubung antara jalan Dermaga Inhutani dan Sungai Bolong Kelurahan Nunukan Utara.
Warga Inhutani yang berada di pesisir pantai mengira, getaran itu terjadi akibat senggolan Kapal Muatan yang sandar di samping jembatan Dermaga Inhutani. Untuk memastikan hal tersebut beberapa warga Inhutani keluar dari rumah untuk memastikan.
Lebih pasti soal getaran, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nunukan Taruna Mona melalui Kepala Kelompok Teknisi BMKG Rimanto menjelaskan, getaran tersebut adalah gempa.
“Untuk di Nunukan getaran dirasakan 2MMI (Modified Mercalli Intensity) yakni bisa dirasakan beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Sedangkan jenis gempa yaitu Sesar Geser dengan arah ke kiri,” jelas Rimanto.
Sementara itu Petugas Pusat Gempah Nasional yang di hubungi melalui via telepon membenarkan adanya gempa tersebut. Namun gempa dinyatakan tidak berbahaya apalagi sampai menimbulkan tsunami. Sehingga, masyarakat di Kaltara tidak perluh khawatir dampaknya.
“Kalau untuk gempa itu tidak sampai menyebabkan tsunami. Karena gempa tersebut hanya berkuatan 4,8 SR. Masih berada pada 2 MMI. Jadi, masyarakat hanya merasakan getaran. Masyarakat juga tidak perluh khawatir. Di Nunukan hanya merasakan getarnya saja,” ungkapnya kepada Radar Tarakan diujung telepon. (*/chm)
POTENSI KABUPATEN NUNUKAN
PERKEBUNAN
Luas areal komoditi kelapa sawit pada tahun 2009 mengalami peningkatan sebesar 10,59% dibandingkan dengan tahun 2008. Sebagian besar dari luas areal kelapa sawit terdapat di Kecamatan Nunukan, Sebuku, Sebatik, Sembakung, Sebatik Barat dan Lumbis.
Luas areal komoditi kelapa sawit pada tahun 2009 mengalami peningkatan sebesar 10,59% dibandingkan dengan tahun 2008. Sebagian besar dari luas areal kelapa sawit terdapat di Kecamatan Nunukan, Sebuku, Sebatik, Sembakung, Sebatik Barat dan Lumbis.
Dilihat dari rata-rata produksi yang dihasilkan oleh setiap komoditi perkebunan, produksi terbesar dihasilkan oleh tanaman kelapa sawit sebesar 58.439 ton, meningkat 161,47% dibandingkan tahun 2008.
KEHUTANAN
Pembangunan kehutanan mencakup semua upaya untuk memanfaatkan dan memantapkan fungsi sumber daya alam hutan dan sumber daya hayati lain serta ekosistemnya, baik sebagai pelindung sistem penyangga kehidupan dan pelestari keanekaragaman hayati maupun sebagai sumber daya pembangunan. Dengan demikian pembangunan kehutanan mencakup aspek pelestarian fungsi lingkungan hidup, pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial, baik dalam kawasan hutan maupun masyarakat di sekitar hutan.
Pembangunan kehutanan mencakup semua upaya untuk memanfaatkan dan memantapkan fungsi sumber daya alam hutan dan sumber daya hayati lain serta ekosistemnya, baik sebagai pelindung sistem penyangga kehidupan dan pelestari keanekaragaman hayati maupun sebagai sumber daya pembangunan. Dengan demikian pembangunan kehutanan mencakup aspek pelestarian fungsi lingkungan hidup, pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial, baik dalam kawasan hutan maupun masyarakat di sekitar hutan.
Hutan sebagai sumber daya alam perlu terus ditingkatkan dan disempurnakan pengelolaanya agar memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat, dengan tetap menjaga lingkungan hidup. Selain itu kegiatan kehutanan perlu memperhatikan tata guna hutan, usaha perlindungan dan pengamanan flora dan fauna, areal tanah kritis, hutan tanam industri serta penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat.
Luas kawasan hutan di Kabupaten Nunukan berjumlah 1.426.368 ha yang terdiri dari taman nasional, hutan lindung, kawasan hutan dan kawasan budidaya non kehutanan. Sebagian besar wilayah hutan adalah kawasan budidaya non kehutanan seluas 470.914 Ha atau 33,01% dari kawasan hutan seluruhnya.
Produksi kayu bulat tahun 2009 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya yaitu dari 149.789,21 m3 menjadi 138.404,39 m3. ( Sumber : Publikasi Data Bapeda Kab. Nunukan Tahun 2010)
PERTANIAN
Pertanian Tanaman Pangan
Pertanian merupakan sektor primer yang mendominasi aktivitas perekonomian di Kabupaten Nunukan. Revolusi di bidang pertanian perlu ditingkatkan untuk memberikan hasil yang lebih baik dari segi kuantitas dan kualitas. Pertanian yang meliputi pertanian tanaman pangan, perkebunan, kehutanan, perikanan dan peternakan selalu diupayakan untuk menunjang pertumbuhan dan stabilitas ekonomi.
Pada tahun 2009 luas panen padi (sawah+ladang) di Kabupaten Nunukan mengalami kenaikan, dimana tanaman padi naik sebesar 9,42%. Otomatis produksi tanaman padi juga mengalami kenaikan, yaitu menjadi 43.496 ton tetapi terjadi penurunan produktivitas padi sebesar 0,6%. Kecamatan Lumbis adalah daerah yang mempunyai luas panen dan jumlah produksi padi ladang yang lebih besar dibandingkan kecamatan yang lain, yaitu 37,23% dari total luas panen serta 37,10% dari total produksi.
Pada tahun 2009 hampir seluruh tanaman sayur-sayuran mengalami penurunan luas tanam yang pesat dibandingkan tahun sebelumnya dan diiringi dengan peningkatan hasil produksi dari masing-masing tanaman tersebut. Bawang daun merupakan komoditi tanaman sayur-sayuran yang mengalami penurunan hasil produksinya. (sumber : Publikasi Data Bappeda Kab. Nunukan Tahun 2010)
PERIKANAN
Produksi perikanan pada tahun 2008 tercatat 46.433,77 ton, yang terdiri atas 2.492,62 ton produksi perikanan penangkapan dan 43.951,15 ton perikanan budidaya.
Pada tahun 2009 jumlah rumah tangga perikanan penangkapan tercatat 2.589 rumah tangga atau turun sebesar 9,57 persen dibandingkan tahun 2008.
PETERNAKAN
Jumlah populasi hewan ternak terbesar di Kabupaten Nunukan tahun 2009 didominasi oleh ternak babi yaitu sebesar 41,92%, ternak sapi potong sebesar 29,77%, ternak kerbau sebesar 20,14% dan ternak kambing 6,67%.
PETERNAKAN
Jumlah populasi hewan ternak terbesar di Kabupaten Nunukan tahun 2009 didominasi oleh ternak babi yaitu sebesar 41,92%, ternak sapi potong sebesar 29,77%, ternak kerbau sebesar 20,14% dan ternak kambing 6,67%.
Pada tahun 2009 populasi unggas didominasi oleh ayam buras, yaitu sebanyak 70,14% dari total populasi unggas. Populasi ayam buras tercatat sebanyak 131.700 ekor yang secara umum tersebar merata. Populasi itik lebih banyak diternakkan di Kecamatan Sebuku yaitu sebanyak 5.732 ekor. (Sumber : Publikasi Data Bappeda Kab. Nunukan Tahun 2010)
Sumber: nunukankab.co.id
Sumber: nunukankab.co.id
Program MPO Dibuka oleh Pegadaian Nunukan
Kantor Pegadaian Cabang Nunukan membuka program baru yang diberi nama "multi pembayaran online".
Program Multi Pembayaran Online (MPO) ini, kata Kepala Kantor Pegadaian Cabang Kabupaten Nunukan Eko di Nunukan, Jumat, akan melayani sistem pembayaran secara online berupa pembelian pulsa, tiket pesawat, rekening listrik dan lain-lainnya.
Ia mengharapkan program MPO ini dapat mencakup seluruh sistem atau mekanisme pembayaran secara online di wilayah itu yang selama ini seringkali menjadi kebutuhan masyarakat setempat.
Program ini, lanjut Eko dilakukan Kantor Pegadaian merupakan pengalihan sistem yang pernah dilakukan sebelumnya seperti "western union" yang telah ditutup karena memperhatikan peluang dan potensi pasar saat ini dan masa yang akan datang.
Terkait dengan penutupan pelayanan pengiriman uang dari dan ke luar negeri atas kerjasama dengan "western union" dia membantah ketidakmampuannya bersaing dengan perbankan dan kantor pos yang juga menjalankan program tersebut.
"Kerja sama dengan 'Western Union' untuk saat ini ditutup sementara, bukan berarti Kantor Pegadaian tidak mampu bersaing dengan perbankan atau kantor pos, tetapi semata-mata melihat potensi pasar saja," ujarnya.
Eko menilai program MPO ini dapat mengubah image masyarakat yang membutuhkan pinjaman lunak dengan menukarkan hartanya yang berharga menjadi pelayanan publik lainnya.
Ia menambahkan, program ini juga kemungkinan akan melayanai pengiriman uang (remiten) dari dan ke luar negeri seperti "western union" dengan mekanisme berbeda.
"Mudah-mudahan dengan program MPO ini dapat meng-cover seluruh pelayanan publik termasuk proses pengiriman uang dari dan ke luar negeri," kata Eko.
Soal pengiriman uang ini, kata dia, pada dasarnya telah memutuskan kerjasama dengan "western union" dan akan membuka sistem pengiriman uang versi Kantor Pegadaian sendiri.
Meskipun demikian, ungkap dia, pengoperasian MPO ini sedang proses atau pemasangan jaringan hingga ke kantor cabang dan ranting yang ada di Kabupaten Nunukan.
Sumber: beritadaerah.com - 7 Juni 2013
Program Multi Pembayaran Online (MPO) ini, kata Kepala Kantor Pegadaian Cabang Kabupaten Nunukan Eko di Nunukan, Jumat, akan melayani sistem pembayaran secara online berupa pembelian pulsa, tiket pesawat, rekening listrik dan lain-lainnya.
Ia mengharapkan program MPO ini dapat mencakup seluruh sistem atau mekanisme pembayaran secara online di wilayah itu yang selama ini seringkali menjadi kebutuhan masyarakat setempat.
Program ini, lanjut Eko dilakukan Kantor Pegadaian merupakan pengalihan sistem yang pernah dilakukan sebelumnya seperti "western union" yang telah ditutup karena memperhatikan peluang dan potensi pasar saat ini dan masa yang akan datang.
Terkait dengan penutupan pelayanan pengiriman uang dari dan ke luar negeri atas kerjasama dengan "western union" dia membantah ketidakmampuannya bersaing dengan perbankan dan kantor pos yang juga menjalankan program tersebut.
"Kerja sama dengan 'Western Union' untuk saat ini ditutup sementara, bukan berarti Kantor Pegadaian tidak mampu bersaing dengan perbankan atau kantor pos, tetapi semata-mata melihat potensi pasar saja," ujarnya.
Eko menilai program MPO ini dapat mengubah image masyarakat yang membutuhkan pinjaman lunak dengan menukarkan hartanya yang berharga menjadi pelayanan publik lainnya.
Ia menambahkan, program ini juga kemungkinan akan melayanai pengiriman uang (remiten) dari dan ke luar negeri seperti "western union" dengan mekanisme berbeda.
"Mudah-mudahan dengan program MPO ini dapat meng-cover seluruh pelayanan publik termasuk proses pengiriman uang dari dan ke luar negeri," kata Eko.
Soal pengiriman uang ini, kata dia, pada dasarnya telah memutuskan kerjasama dengan "western union" dan akan membuka sistem pengiriman uang versi Kantor Pegadaian sendiri.
Meskipun demikian, ungkap dia, pengoperasian MPO ini sedang proses atau pemasangan jaringan hingga ke kantor cabang dan ranting yang ada di Kabupaten Nunukan.
Sumber: beritadaerah.com - 7 Juni 2013
Selasa, 04 Juni 2013
7 Strategi Jaga Penglihatan Tetap Sehat
Ungkapan "mata adalah jendela dunia" mungkin tepat, karena mata merupakan organ yang penting untuk menyaksikan kejadian-kejadian yang terjadi di dunia. Untuk memiliki penglihatan yang sehat tentu kita harus melakukan upaya-upaya untuk melindunginya.
Simaklah tujuh strategi berikut guna mendapat penglihatan yang sehat.
1. Makan sayuran hijau
Sayuran hijau seperti bayam atau kangkung mengandung lutein dan zeaxanthin, dua karotenoid yang berfungsi mengurangi risiko mengembangkan katarak dan degenerasi makular.
2. Konsumsi antioksidan
Makanan yang mengandung antioksidan, seperti buah berry, jeruk, atau ceri dapat mengurangi kerusakan akibat radikal bebas dari lingkungan. Radikal bebas dari lingkungan didapat dari polusi dan radikal bebas. Radikal bebas dapat mempercepat pengerasan lensa mata serta katarak dan degenerasi makular.
3. Minum multivitamin
National Eye Institute menunjukkan bahwa suplemen dengan antioksidan seperti vitamin C, E, beta-karoten, serta mineral seperti zat besi dapat memperlambat degenerasi makular pada mereka yang berrisiko tinggi mengalaminya.
4. Makan omega-3
Omega-3 yang ditemukan di ikan tertentu seperti salmon dan tuna mungkin baik untuk perkembangan otak dan jantung, namun ternyata asam lemak ini juga baik untuk mata. Omega-3 dapat mengurangi mata kering, bahkan mencegah katarak.
5. Makan wortel
Wortel dan sayuran lain seperti labu mengandung beta karoten, karotenoid yang menjaga kesehatan mata.
6. Gunakan kaca mata pelindung
Sinar ultraviolet dari paparan matahari dapat mempercepat pengerasan lensa mata dan pengembangan katarak serta degenerasi makular. Maka menggunakan kaca mata pelindung merupakan salah satu sarana untuk melindungi mata dari dampak buruk sinar tersebut.
7. Lakukan aerobik
Beberapa penelitian mengindikasikan latihan aerobik dapat mengurangi tekanan di dalam mata sehingga membantu mengurangi risiko glaukoma.
Sumber: http://kaltim.tribunnews.com Selasa, 4 Juni 2013
Kamis, 23 Mei 2013
Rumput Laut Tumpuan Ekonomi Masyarakat Pesisir Nunukan
Awal mula keberadaan rumput laut di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menurut kisah, pertama kali dibawa oleh seseorang dari Sulawesi Selatan dengan tujuan untuk mencoba mengembangkannya.
"Sebenarnya, pertama kali ada rumput laut di Nunukan ini, bibitnya dibawa oleh seseorang dari Sulawesi (Selatan)," ujar seorang nelayan rumput laut di Sedadap, Kabupaten Nunukan.
Ternyata niat hanya mencoba, dapat berkembang pesat dan diminati banyak warga pesisir yang sebelumnya menggeluti nelayan tangkap ikan. Setelah dianggap hasilnya lebih menjanjikan peningkatan perekonomian keluarganya maka profesinya sebagai nelayan secara perlahan ditinggalkan.
Memang diakui oleh sejumlah warga yang telah fokus melakoni budidaya rumput laut ini hasil cukup lumayan menambahkan pundi-pundi keuangan keluarganya dengan hanya tiga bulan sudah dapat di panen. Walaupun awalnya harus menguras koceknya memodali pengadaan tali, pembuatan pondasi di laut lepas dan ongkos kerja mengikatkan bibit.
Dari sekian banyak nelayan rumput laut yang berhasil ditemui, modal awal yang mesti dikeluarkan adalah berkisar minimal Rp10 juta rupiah dengan jumlah bentangan sebanyak 100 utas tali. dari jumlah bentangan itu, jika mekanisme pembudidayaan yang dilakukan tepat mereka memperkirakan mampu menghasilkan satu ton kering atau 10 kilogram per bentang tali.
Berkat ketekunannya itulah, maka produksi rumput laut semakin berkembang dan pembudidaya semakin meluas sehingga mulai banyak pengusaha lokal meliriknya untuk menjadi pengumpul.
Secara perlahan pula, pengusaha lainnya yang menjadi eksportir atau pengolah mulai bermunculan ditambah lagi pihak perbankan pun mulai memberikan bantuan modalnya kepada sejumlah nelayan rumput laut.
Pada intinya, masyarakat pesisir di Kabupaten Nunukan telah mengfokuskan untuk menjadi pembudidaya sampai saat ini dengan menyediakan segala fasilitas yang dibutuhkan seperti penjemuran karena terbukti hasilnya mampu mengangkat perekonomiannya.
Seperti yang diungkapkan Supardi, salah seorang pembudidaya rumput laut di Kampung Nelayan Kelurahan Mansapa selama melakoni rumput laut tersebut kondisi perekonomiannya mengalami perubahan dibandingkan menjadi nelayan tangkap selama itu.
Walaupun diakuinya, harga penjualannya fluktuatif yang disebabkan permainan para tengkulak. Tetapi hal itu tidak disesalinya karena hanya melalui tengkulaklah produksi rumput lautnya dapat terjual.
Ia mengatakan, pada saat kondisi harga jatuh hingga mencapai Rp6.000 per kilogram sangat mempengaruhi semangat nelayan rumput laut untuk terus berproduksi menjadi "jatuh" yang pada akhirnya banyak diantara mereka berhenti dan kembali menjadi nelayan tangkap.
Namun setelah harga mulai beranjak naik dan saat ini pada kisaran Rp10.000 per kilogram, banyak nelayan kembali menjadi pembudidaya rumput laut sambil tetap melakoni sebagai nelayan tangkap.
Seperti yang diungkapkan Ambo Upe, nelayan rumput laut lainnya di Kampung Nelayan Kelurahan Mansapa, Senin (21/5) lalu. Ia membandingkan produksi rumput laut di kampung halamannya di Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan dalam satu bentangan tali hanya mendapatkan dua kilogram saja.
Sedangkan selama menjadi pembudidaya rumput laut di Kabupaten Nunukan diakuinya diperoleh produksi 10 kilogram per bentangan tali. "Kalau di kampung saya di Pangkep, hanya dua kilogram kering setiap bentangan tali. Sedangkan disini bisa mencapai 10 kilogram per bentang," ujarnya.
Oleh karena itu, dia berpendapat menjadi pembudidaya rumput laut di Kabupaten Nunukan jauh lebih menjanjikan dibandingkan di kampung halamannya.
Keterlibatan Pemerintah
Tidak mengherankan apabila sebagian besar masyarakat pesisir di daerah itu sangat berminat menjadi pembudidaya rumput laut apalagi keterlibatan pemerintah daerah saat ini untuk mencari investor atau pembeli. Sesuai data di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nunukan, jumlah produksi rumput laut mencapai 800 ton setiap bulan.
Semakin berkembangnya hasil produksi itulah, maka pemerintah daerah terus mencari jalan untuk dapat mengakomodasi seluruh produksi rumput laut di daerahnya dan mengstabilkan harga dengan menjalin kerjasama dan kemitraan dengan pengusaha berskala besar.
Seperti yang pernah disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nunukan, Suprianto bahwa telah melakukan kerjasama dengan dua perusahaan besar (eksportir) di Jakarta yang selama ini menjadi mitra nelayan rumput laut di daerahnya.
Selain itu, peran serta pengusaha lokal tetap berjalan yang sebagian besar dikirim ke Makassar Sulawesi Selatan dan Surabaya Jawa Timur.
Perhatian lain pemerintah daerah untuk pengembangan produksi rumput laut di Kabupaten Nunukan adalah dengan mengalokasikan anggaran melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) sambil melakukan negosiasi dengan lembaga keuangan seperti perbankan untuk bantuan modal, katanya.
Melalui langkah tersebut ternyata sangat berdampak positif terhadap peningkatan produksi dan secara tidak langsung pula dapat mengangkat pendapatan nelayan pembudidaya itu sendiri.
Kawasan budidaya rumput laut di wilayah itu terfokus pada lokasi tertentu yakni masyarakat nelayan Mamolo Kelurahan Tanjung Harapan, Kampung Nelayan Kelurahan Mansapa, Sedadap Kelurahan Nunukan Selatan, kawasan Pelabuhan Tunon Taka Kelurahan Nunukan Timur dan Jalan Tanjung Kelurahan Nunukan Barat.
Dari sejumlah informasi tentang hasil penelitian, produksi rumput laut di daerah itu kualitasnya sangat baik bahkan terbaik di Pulau Kalimantan.
Untuk lebih meningkatkan produksi, pemerintah Kabupaten Nunukan juga mengirim sejumlah nelayan rumput laut untuk "berguru" di Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan mempelajari tata cara dan teknik budidaya yang benar karena didaerah itu telah memiliki fasilitas yang lengkap seperti laboratorium penelitian, kata Suaedi, salah satu staf di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nunukan.
Langkah ini, kata Suaedi tak lain untuk lebih meningkatkan produksi rumput laut di daerahnya agar investor semakin tertarik menanamkan modalnya.
Kemudian Bupati Nunukan, Drs Basri pernah menyatakan bahwa sekaitan dengan semakin besarnya jumlah produksi dan kualitas rumput laut di daerahnya, terdapat pengusaha asing bersedia membangun pabrik pengolahan di Kelurahan Mansapa tak jauh dari Kampung Nelayan.
Pabrik pengolahan yang akan dibangun tersebut, mampu menampung hingga puluhan ton setiap hari. Menurut dia, apabila investor itu telah membangun pabrik pengolahan secara pasti harga akan semakin meningkat lagi karena tidak membutuhkan lagi biaya angkut.
Mengenai ketertarikan investor itu, Basri mengatakan telah menyurvei beberapa lokasi budidaya rumput laut termasuk lokasi pembangunan pabrik nantinya.
"Mudah-mudahan rencana itu jadi, sehingga stabilitas harga rumput laut lebih menguntungkan pembudidaya. Tentunya tingkat perekonomian akan semakin membaik bagi masyarakat pesisir," ujarnya.
Senin, 13 Mei 2013
Mobil Dinas Pertama Berhasil Masuk Krayan Lewat Malaysia
NUNUKAN, Pemerintah Kabupaten Nunukan akhirnya
berhasil mengirimkan mobil dinas pertama ke Long Bawan, Kecamatan
Krayan. Mobil ambulans untuk Puskesmas Long Bawan itu berhasil masuk
setelah diangkut menggunakan kontainer melalui jalan darat di Sabah dan
Serawak, Malaysia. Desa Long Bawan, Kecamatan Krayan dan Kecamatan
Krayan Selatan selama ini hanya bisa diakses melalui angkutan udara.
Satu-satunya akses jalan darat yang terbuka hanya melalui Malaysia.
"Rencana awal helikopter atau menggunakan pesawat, tetapi tidak sanggup," ujar Kepala Dinas Kesehatan Nunukan Dokter Andi Akhmad.
Andi Akhmad mengatakan, pihaknya harus mengeluarkan biaya hingga Rp131 juta untuk pengiriman ambulans dimaksud. Melalui jasa perusahaan ekspedisi sebagai pihak ketiga, ambulans dimasukkan dalam kontainer. Dari Nunukan ambulans diangkut menuju Tarakan melalu jalur laut. Selanjutnya dari Tarakan kontainer diangkut melalui laut menuju ke Tawau, Sabah, Malaysia. Dari Tawau, kontainer diangkut melalui jalan darat menuju ke Kota Kinabalu, menuju ke Lawas, Serawak selanjutnya menuju ke Bakalalan.
"Kenapa menggunakan kontainer, karena ambulans ini tidak dibolehkan jalan darat langsung di Malaysia," ujarnya. Setelah tiba di Bakalalan, perbatasan darat Krayan, ambulans dikeluarkan dari kontainer. Selanjutnya ambulans menempuh jalan darat menuju ke Long Bawan.
"Bannya sempat diganti untuk memudahkan kendaraan melalui jalan darat. Karena medannya juga lumayan,” ujarnya. Ambulans yang diadakan melalui anggaran tahun 2012 itu nilainya mencapai Rp432 juta.
“Jenisnya double garden ford sport ranger. Nilai harga beli hampir Rp432 juta, itu sudah lengkap. Barangkali nanti di sana akan dimodifikasi lagi menyesuaikan medan,” ujarnya.
Andi Akhmad mengatakan, dengan berhasilnya kendaraan dinas pertama itu masuk ke Kecamatan Krayan melalui Malaysia, tentunya kedepan route ini juga bisa digunakan untuk mengirimkan kendaraan dinas seperti untuk operasional Camat dan lain-lain.
“Ini memang mobil plat merah pertama yang berhasil masuk Krayan sejak Indonesia merdeka. Untuk awal ini kita kirimkan ke Krayan, mudah-mudahan kedepan kita juga bisa kirimkan ke Krayan Selatan,” ujarnya
Sumber: kaltim.tribunnews.com - Senin, 13 Mei 2013 "Rencana awal helikopter atau menggunakan pesawat, tetapi tidak sanggup," ujar Kepala Dinas Kesehatan Nunukan Dokter Andi Akhmad.
Andi Akhmad mengatakan, pihaknya harus mengeluarkan biaya hingga Rp131 juta untuk pengiriman ambulans dimaksud. Melalui jasa perusahaan ekspedisi sebagai pihak ketiga, ambulans dimasukkan dalam kontainer. Dari Nunukan ambulans diangkut menuju Tarakan melalu jalur laut. Selanjutnya dari Tarakan kontainer diangkut melalui laut menuju ke Tawau, Sabah, Malaysia. Dari Tawau, kontainer diangkut melalui jalan darat menuju ke Kota Kinabalu, menuju ke Lawas, Serawak selanjutnya menuju ke Bakalalan.
"Kenapa menggunakan kontainer, karena ambulans ini tidak dibolehkan jalan darat langsung di Malaysia," ujarnya. Setelah tiba di Bakalalan, perbatasan darat Krayan, ambulans dikeluarkan dari kontainer. Selanjutnya ambulans menempuh jalan darat menuju ke Long Bawan.
"Bannya sempat diganti untuk memudahkan kendaraan melalui jalan darat. Karena medannya juga lumayan,” ujarnya. Ambulans yang diadakan melalui anggaran tahun 2012 itu nilainya mencapai Rp432 juta.
“Jenisnya double garden ford sport ranger. Nilai harga beli hampir Rp432 juta, itu sudah lengkap. Barangkali nanti di sana akan dimodifikasi lagi menyesuaikan medan,” ujarnya.
Andi Akhmad mengatakan, dengan berhasilnya kendaraan dinas pertama itu masuk ke Kecamatan Krayan melalui Malaysia, tentunya kedepan route ini juga bisa digunakan untuk mengirimkan kendaraan dinas seperti untuk operasional Camat dan lain-lain.
“Ini memang mobil plat merah pertama yang berhasil masuk Krayan sejak Indonesia merdeka. Untuk awal ini kita kirimkan ke Krayan, mudah-mudahan kedepan kita juga bisa kirimkan ke Krayan Selatan,” ujarnya
Langganan:
Postingan (Atom)









































