Tampilkan postingan dengan label Nunukan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nunukan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Agustus 2013

Cerita Rakyat Nunukan

Nunukan Miliki 11 Cerita Rakyat
Kabupaten Nunukan baru memiliki 11 cerita rakyat, yang berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Nunukan. Cerita rakyat tersebut diperoleh dari syambera yang digelar Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Daerah (KPAD) Kabupaten Nunukan, tahun lalu.

Cerita cerita rakyat yang berkembang di Kabupaten Nunukan itu yaitu, Sejarah Gora Moyang di Kecamatan Krayan, Asal Mula Dulun Sebuku, Guya Muyang dan Layung Sari, Sejarah Asal Mula Nunukan, Dongeng Yupai Semaring di Krayan, Asal Mula Nama Desa Atap, Asal Mula Nama Desa Pembeliangan dan Terbentuknya Kecamatan Sebuku, Asal Usul Batu Lamampu, Sejarah Ringkas Pulau Sebatik,Yaki Bumbulis, Ibataol dan Putri Kayangan.

Kepala KPAD Nunukan Hajjah Susilawaty mengatakan, pada lomba cerita rakyat Kabupaten Nunukan tahun lalu pihaknya telah mendapatkan enam pemenang dari 11 cerita rakyat yang diseleksi. Sebagai tindaklanjutnya, cerita-cerita ituk dibukukan dalam bentuk Kumpulan Cerita Rakyat tahun 2012.

“Nanti 2013 kita melihat lagi dengan koleksi yang baru,” ujarnya.
Cerita rakyat ini merupakan penelusuran sejarah di Kabupaten Nunukan. Diharapkan sejarah yang hampir hilang bisa tergali dengan baik.
“Generasi yang mempunyai legenda itu suatu saat akan musnah, sementara tidak ada lagi penerusnya yang bisa menceritakan. Karena itu perlu kita buatkan buku. Sehingga walaupun generasi yang punya cerita itu sudah tidak ada, masih ada buku-bukunya. Buku yang kita cetak selain disimpan di perpustakaan daerah, kita teruskan juga ke perpustakaan sekolah,” ujarnya.
Selain dalam bentuk buku, pelestarian cerita rakyat ini dilakukan melalui lomba bercerita yang diikuti murid murid sekolah dasar.
Sumber : http://kaltim.tribunnews.com - Kamis, 1 Agustus 2013


Warga Nunukan Diajak Tulis Cerita Rakyat
Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Daerah Nunukan mengajak pelajar dan masyarakat umum di Nunukan untuk menulis cerita rakyat. Selama ini, cerita-cerita rakyat di daerah ini nyaris tak terekam dalam tulisan yang bisa dibaca masyarakat umum.

Ketua Panitia Lomba Penulisan Cerita Rakyat Daerah Hasnah mengatakan, penulisan cerita rakyat ini dilombakan dengan tujuan mengungkap akar budaya yang ada di Kabupaten Nunukan sekaligus memperkenalkan asal usul dan adat istiadat suatu daerah serta sejarahnya.

Lomba yang bertemakan “Menumbuhkembangkan Rasa Kecintaan Terhadap Budaya Daerah dan Nasionalisme Dalam Proses Pembentukan Karakter Bangsa dan Jatidiri Bangsa” ini diharapkan bisa membuka cakrawala generasi muda untuk lebih mengetahui akar budaya dari lingkungan terdekatnya. Sehingga mereka dapat mengambil nilai-nilai kehidupan dari cerita asal daerahnya untuk dapat menjalani kehidupan masa kini dan masa datang dengan lebih baik.

Generasi muda di daerah ini juga bisa mampu memahami secara detail fenomena dan peristiwa nasional yang bersifat pragmatis.

“Jadi cerita rakyat ini untuk menghimpun cerita-cerita dari berbagai daerah, kecamatan, suku yang berasal dari Kabupaten Nunukan. Nantinya cerita rakyat ini kita kumpulkan dan dibuat buku lalu kita berikan kepada pelajar dan memberitahukan bahwa di daerah ini, di Kabupaten Nunukan kita punya cerita yang bagus. Cerita yang dulu terjadi,” ujarnya.

Peserta lomba terdiri dari pelajar maupun masyarakat umum dengan tulisan berjudul bebas. Kegiatan lomba dibuka sejak 7 Agustus dan naskah cerita diterima panitia paling lambat 24 September mendatang di Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Nunukan.
Sumber: http://www.tribunnews.com - Kamis, 6 September 2012




LOMBA MENULIS CERITA RAKYAT DAERAH SE - KABUPATEN NUNUKAN
Dalam rangka membangkitkan semangat, rasa cinta pada daerah, sekaligus pembentukan karakter generasi muda agar mampu membangun jati diri bangsa, Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Nunukan mengadakan LOMBA MENULIS CERITA RAKYAT DAERAH KABUPATEN NUNUKAN.

Lomba ini diharapkan mampu mengantarkan generasi muda untuk mengetahui berbagai macam kultur budaya dan etnik masyarakat di Kabupaten Nunukan sehingga dapat mencintai daerahnya.

Lomba yang berlangsung mulai tanggal 24 Agustus 2012 – 17 September 2012 ini bertema “MENUMBUHKEMBANGKAN RASA KECINTAAN TERHADAP BUDAYA DAERAH DAN NASIONALISME DALAM PROSES PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA DAN JATI DIRI BANGSA”

Peserta yang mengikuti lomba ini adalah pelajar dan masyarakat umum yang berdomisili di Kabupaten Nunukan. Sedangkan metode yang digunakan yaitu peserta bebas dalam menentukan judul dan penulisan cerita kemudian diserahkan ke panitia lomba dalam bentuk naskah (beberapa kriteria tertentu).
Ada beberapa kriteria yang akan menjadi penilaian juri yaitu Keaslian Cerita ( isi cerita ),
Struktur Penulisan Cerita, Bahasa ( kaidah penggunaan bahasa ). Untuk naskah cerita yang telah diserahkan ke panitia akan langsung menjadi hak milik Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi kabupaten Nunukan dan tidak dapat ditarik kembali. Yang menjadi poin paling penting dalam lomba kali ini adalah orisinilitas cerita atau dengan kata lain bukan saduran dari buku manapun dan belum pernah diterbitkan di media manapun.

Pengumuman pemenang akan diumumkan pada Hari Ulang Tahun Kabupaten Nunukan. Hadiah yang disediakan oleh Panitia berupa Piala, Piagam Penghargaan dan Uang Pembinaan.

Untuk mengetahui pedoman lomba secara lengkap, dapat download melalui >> pedoman lomba [chie]

Sumber:  kpadnunu

Jumat, 07 Juni 2013

Gempa Sesar Geser Robohkan Jembatan Inhutani

Sempat Dikira Benturan Kapal

NUNUKAN – Sama seperti di Tarakan, getaran berkekuatan 4,8 Skala Richter (SR) juga dirasakan warga pulau Nunukan. Tapi sebelumnya, warga khususnya di kawasan Inhutani mengira, getaran itu lantaran benturan atau senggolan kapal muatan.

Gempa yang persis berada di 03,11 LU dan 117,89 BT. Sekitar 46 kilometer bagian tenggara Kota Tarakan, dirasakan sekira pukul 03.20 dinihari Kamis (6/6), bahkan mengakibatkan robohnya jembatan penghubung antara jalan Dermaga Inhutani dan Sungai Bolong Kelurahan Nunukan Utara.

Warga Inhutani yang berada di pesisir pantai mengira, getaran itu terjadi akibat senggolan Kapal Muatan yang sandar di samping jembatan Dermaga Inhutani. Untuk memastikan hal tersebut beberapa warga Inhutani keluar dari rumah untuk memastikan.

Lebih pasti soal getaran, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nunukan Taruna Mona melalui Kepala Kelompok Teknisi BMKG Rimanto menjelaskan, getaran tersebut adalah gempa.

“Untuk di Nunukan getaran dirasakan 2MMI (Modified Mercalli Intensity) yakni bisa dirasakan beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Sedangkan jenis gempa yaitu Sesar Geser dengan arah ke kiri,” jelas Rimanto.

Sementara itu Petugas Pusat Gempah Nasional yang di hubungi melalui via telepon membenarkan adanya gempa tersebut. Namun gempa dinyatakan tidak berbahaya apalagi sampai menimbulkan tsunami. Sehingga, masyarakat di Kaltara tidak perluh khawatir dampaknya.

“Kalau untuk gempa itu tidak sampai menyebabkan tsunami. Karena gempa tersebut hanya berkuatan 4,8 SR. Masih berada pada 2 MMI. Jadi, masyarakat hanya merasakan getaran. Masyarakat juga tidak perluh khawatir. Di Nunukan hanya merasakan getarnya saja,” ungkapnya kepada Radar Tarakan diujung telepon. (*/chm)
Sumber: radartarakan.co.id - Jumat, 7 Juni 2013

POTENSI KABUPATEN NUNUKAN

PERKEBUNAN
Luas areal komoditi kelapa sawit pada tahun 2009 mengalami peningkatan sebesar 10,59% dibandingkan dengan tahun 2008. Sebagian besar dari luas areal kelapa sawit terdapat di Kecamatan Nunukan, Sebuku, Sebatik, Sembakung, Sebatik Barat dan Lumbis.

Dilihat dari rata-rata produksi yang dihasilkan oleh setiap komoditi perkebunan, produksi terbesar dihasilkan oleh tanaman kelapa sawit sebesar 58.439 ton, meningkat 161,47% dibandingkan tahun 2008.

KEHUTANAN
Pembangunan kehutanan mencakup semua upaya untuk memanfaatkan dan memantapkan fungsi sumber daya alam hutan dan sumber daya hayati lain serta ekosistemnya, baik sebagai pelindung sistem penyangga kehidupan dan pelestari keanekaragaman hayati maupun sebagai sumber daya pembangunan. Dengan demikian pembangunan kehutanan mencakup aspek pelestarian fungsi lingkungan hidup, pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial, baik dalam kawasan hutan maupun masyarakat di sekitar hutan.

Hutan sebagai sumber daya alam perlu terus ditingkatkan dan disempurnakan pengelolaanya agar memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat, dengan tetap menjaga lingkungan hidup. Selain itu kegiatan kehutanan perlu memperhatikan tata guna hutan, usaha perlindungan dan pengamanan flora dan fauna, areal tanah kritis, hutan tanam industri serta penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat.
Luas kawasan hutan di Kabupaten Nunukan berjumlah 1.426.368 ha yang terdiri dari taman nasional, hutan lindung, kawasan hutan dan kawasan budidaya non kehutanan. Sebagian besar wilayah hutan adalah kawasan budidaya non kehutanan seluas 470.914 Ha atau 33,01% dari kawasan hutan seluruhnya.

Produksi kayu bulat tahun 2009 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya yaitu dari 149.789,21 m3 menjadi 138.404,39 m3. ( Sumber : Publikasi Data Bapeda Kab. Nunukan Tahun 2010)


PERTANIAN
Pertanian Tanaman Pangan
Pertanian merupakan sektor primer yang mendominasi aktivitas perekonomian di Kabupaten Nunukan. Revolusi di bidang pertanian perlu ditingkatkan untuk memberikan hasil yang lebih baik dari segi kuantitas dan kualitas. Pertanian yang meliputi pertanian tanaman pangan, perkebunan, kehutanan, perikanan dan peternakan selalu diupayakan untuk menunjang pertumbuhan dan stabilitas ekonomi.

Pada tahun 2009 luas panen padi (sawah+ladang) di Kabupaten Nunukan mengalami kenaikan, dimana tanaman padi naik sebesar 9,42%. Otomatis produksi tanaman padi juga mengalami kenaikan, yaitu menjadi 43.496 ton tetapi terjadi penurunan produktivitas padi sebesar 0,6%. Kecamatan Lumbis adalah daerah yang mempunyai luas panen dan jumlah produksi padi ladang yang lebih besar dibandingkan kecamatan yang lain, yaitu 37,23% dari total luas panen serta 37,10% dari total produksi.

Pada tahun 2009 hampir seluruh tanaman sayur-sayuran mengalami penurunan luas tanam yang pesat dibandingkan tahun sebelumnya dan diiringi dengan peningkatan hasil produksi dari masing-masing tanaman tersebut. Bawang daun merupakan komoditi tanaman sayur-sayuran yang mengalami penurunan hasil produksinya. (sumber : Publikasi Data Bappeda Kab. Nunukan Tahun 2010)


PERIKANAN
Produksi perikanan pada tahun 2008 tercatat 46.433,77 ton, yang terdiri atas 2.492,62 ton produksi perikanan penangkapan dan 43.951,15 ton perikanan budidaya.
Pada tahun 2009 jumlah rumah tangga perikanan penangkapan tercatat 2.589 rumah tangga atau turun sebesar 9,57 persen dibandingkan tahun 2008.


PETERNAKAN
Jumlah populasi hewan ternak terbesar di Kabupaten Nunukan tahun 2009 didominasi oleh ternak babi yaitu sebesar 41,92%, ternak sapi potong sebesar 29,77%, ternak kerbau sebesar 20,14% dan ternak kambing 6,67%.
Pada tahun 2009 populasi unggas didominasi oleh ayam buras, yaitu sebanyak 70,14% dari total populasi unggas. Populasi ayam buras tercatat sebanyak 131.700 ekor yang secara umum tersebar merata. Populasi itik lebih banyak diternakkan di Kecamatan Sebuku yaitu sebanyak 5.732 ekor. (Sumber : Publikasi Data Bappeda Kab. Nunukan Tahun 2010)

Sumber: nunukankab.co.id

Senin, 13 Mei 2013

Mobil Dinas Pertama Berhasil Masuk Krayan Lewat Malaysia

NUNUKAN, Pemerintah Kabupaten Nunukan akhirnya berhasil mengirimkan mobil dinas pertama ke Long Bawan, Kecamatan Krayan. Mobil ambulans untuk Puskesmas Long Bawan itu berhasil masuk setelah diangkut menggunakan kontainer melalui jalan darat di Sabah dan Serawak, Malaysia. Desa Long Bawan, Kecamatan Krayan dan Kecamatan Krayan Selatan selama ini hanya bisa diakses melalui angkutan udara. Satu-satunya akses jalan darat yang terbuka hanya melalui Malaysia.

"Rencana awal helikopter atau menggunakan pesawat, tetapi tidak sanggup," ujar Kepala Dinas Kesehatan Nunukan Dokter Andi Akhmad.

Andi Akhmad mengatakan, pihaknya harus mengeluarkan biaya hingga Rp131 juta untuk pengiriman ambulans dimaksud. Melalui jasa perusahaan ekspedisi sebagai pihak ketiga, ambulans dimasukkan dalam kontainer. Dari Nunukan ambulans diangkut menuju Tarakan melalu jalur laut. Selanjutnya dari Tarakan kontainer diangkut melalui laut menuju ke Tawau, Sabah, Malaysia. Dari Tawau, kontainer diangkut melalui jalan darat menuju ke Kota Kinabalu, menuju ke Lawas, Serawak selanjutnya menuju ke Bakalalan.

"Kenapa menggunakan kontainer, karena ambulans ini tidak dibolehkan jalan darat langsung di Malaysia," ujarnya. Setelah tiba di Bakalalan, perbatasan darat Krayan, ambulans dikeluarkan dari kontainer. Selanjutnya ambulans menempuh jalan darat menuju ke Long Bawan.

"Bannya sempat diganti untuk memudahkan kendaraan melalui jalan darat. Karena medannya juga lumayan,” ujarnya. Ambulans yang diadakan melalui anggaran tahun 2012 itu nilainya mencapai Rp432 juta.

 “Jenisnya double garden ford sport ranger. Nilai harga beli hampir Rp432  juta, itu sudah lengkap.  Barangkali nanti di sana akan dimodifikasi lagi menyesuaikan medan,” ujarnya.

Andi Akhmad mengatakan, dengan berhasilnya kendaraan dinas pertama itu masuk ke Kecamatan Krayan melalui Malaysia, tentunya kedepan route ini juga bisa digunakan untuk mengirimkan kendaraan dinas seperti untuk operasional Camat dan lain-lain.

“Ini memang mobil plat merah pertama yang berhasil masuk Krayan sejak Indonesia merdeka. Untuk awal ini kita kirimkan ke Krayan, mudah-mudahan kedepan kita juga bisa kirimkan ke Krayan Selatan,” ujarnya
Sumber: kaltim.tribunnews.com - Senin, 13 Mei 2013

Rabu, 21 November 2012

Warga Korban Kebakaran Tuntut Relokasi

Warga eks. korban kebakaran Liem Hie Jung menuntut relokasi lahan, karena sejak dua tahun yang lalu persoalan ini belum direalisasikan. Padahal melalui rapat dengar pendapat (hearing) yang dilaksanakan di kantor DPRD Nunukan pada 29 September 2010 lalu, pemeritah daerah menyepakati dan bersedia menyelesaikan ganti rugi lahan hingga akhir Desember 2010. 

Muhammad Amin, perwakilan masyarakat Beringin I mengatakan, pemerintah daerah tidak memperhatikan aspirasi masyarakat, meski sudah menggelar pertemuan yang dilaksanakan beberapa tahun yang lalu. Ia menambahkan sekitar 10 hari, setelah insiden kebakaran tanggal 30 November 2001, pemerintah daerah mengundang masyarakat untuk membahas hal tersebut.


Selaku juru bicara saat itu, ketua RT 04 Nunukan Barat meminta pemerintah daerah untuk membangun kembali di areal eks. Kebakaran Liem Hie Jung. Namun pemerintah daerah menolak pembangunan dimaksud, karena rencananya areal itu akan direklamasi. Ia juga meminta pemerintah daerah untuk membangunkan perumahan tiga type. Namun realisasinya, masyarakat di RT 03 diberikan kaplingan secara gratis, sementara masyarakat yang bermukim di Beringin I kelurahan Nunukan Barat, hingga kini terabaikan. 
“ kami tinggal terkatung-katung sampai sekarang tidak ada realisasinya makanya kami hadir disini melakukan hal demikian karena merasa tidak pernah diperhatikan.” terang M. Amin saat menyampaikan aspirasi di ruang rapat ambalat I DPRD Nunukan, selasa (20/11/12). 

Senada yang disampaikan masyarakat beringin I, dan II, mereka menolak ganti rugi lahan karena pemberian lahan secara gratis sudah terbagi di RT 03, sementara RT 04 dimarginalkan. Karena itulah ke tiga kelompok masyarakat tersebut meminta relokasi lahan baik dalam bentuk subsidi maupun Hibah. 

Dikesempatan yang sama, rapat dihadiri Mantan Camat Nunukan, Sudi Hermanto. Ia mengatakan terkait persoalan tersebut menurutnya sejak dilatik menjadi camat 2008, tidak diikutsertakan dalam pembahasan pembagian lahan tersebut. Namun ia hanya mengetahui tentang pembangunan dan angsuran ganti rugi lahan itu saat pertemuan kedua antara masyarakat dan pemerintah daerah. 
“ kami tidak tahu sama sekali apa dan bagaimana cara pembagiannya, jadi bukan pembagiannya tetapi pembangunannya, kalau tidak salah pertemuan itu jam 3 sore.” kata kepala bagian Umum Sekretariat Daerah Nunukan ini. 

Mencermati hal ini, anggota Komisi I DPRD Nunukan, Karel Sompoton mengatakan perlu melakukan koordinasi dengan kepala daerah karena menurutnya pembangunan di Kabupaten Nunukan adalah untuk rakyat. “ mari kita berfikir untuk rakyat, mari kita bagi lahan itu, mau tidak mau, suka atau tidak karena kalalu masyarakat susah tentu hal ini tidak akan selesai.” kata kader Partai Bulan Bintang ini. 

Selain itu, ia pun menolak adanya rumor ganti rugi penimbunan lahan. Untuk itu Dinas Pekerjaan Umum yang berwenang untuk menjawab hal ini. “ karena itu sengaja kami mengundang dinas pekerjaan umum untuk mepertanyakan itu anggaran dari mana, apakah subsidi atau APBD.” lanjutnya. 

Namun menurutnya anggaran pemerintah itu sama dengan anggaran untuk rakyat, karena perwujudan pembangunan tidak hanya dilihat dari segi fisik tetapi secara menyeluruh terutama membangun masyarakat. 

Wakil Ketua DPRD Nunukan, Drs. H. Ngatidjan Ahmadi, M.Si mengatakan sesungguhnya masyarakat eks. Kebakaran itu menginginkan relokasi. Penyelesaian yang paling baik dan adil masyarakat mesti kembali ke areal semula, alasannya, karena pertemuan pada tanggal 29 september 2010 tidak dilaksanakan. 

Menindaklanjuti hal ini, DPRD Nunukan akan menyurat ke Pemerintah Daerah terkait aspirasi tersebut, antara lain, masyarakat meminta keadilan terhadap lahan yang terbagi gratis, subsidi dan pembayaran mesti dinegosiasikan antara masyarakat dan pemerintah daerah. (Humas-SH)
Sumber: http://dprd.nunukankab.go.id - 21 November 2012

Kamis, 03 Maret 2011

KABUPATEN NUNUKAN


Kabupaten Nunukan adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur,Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di kota Nunukan. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 14.493 km² dan berpenduduk sebanyak 140.842 jiwa (hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010). Motto Kabupaten Nunukan adalah "Penekindidebaya" yang artinya "Membangun Daerah" yang berasal dari bahasa Tidung. Nunukan juga adalah nama sebuah kecamatan di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia.

Sejarah Terbentuknya.
Kabupaten Nunukan merupakan wilayah pemekaran dari Kabupaten Bulungan, yang terbentuk berdasarkan pertimbangan luas wilyah, peningkatan pembangunan, dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Pemekaran Kabupaten bulungan ini di pelopori oleh R.A. Besing yang pada saat itu menjabat sebagai Bupati Bulungan.
Pada tahun 1999, pemerintah pusat memberlakukan otonomi daerah dengan didasari Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Dengan dasar inilah dilakukan pemekaran pada Kabupaten Bulungan menjadi 2 kabupaten baru lainnya, yaitu Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Malinau.
Pemekaran Kabupaten ini secara hukum diatur dalam UU Nomor 47 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Barat dan Kota Bontang pada tanggal 4 Oktober 1999. Dengan dasar UU Nomor 47 tahun 1999 tersebut Nunukan resmi menjadi kabupaten dengan 5 wilayah administratif, yakni:
  • Kecamatan Lumbis
  • Kecamatan Sembakung
  • Kecamatan Nunukan
  • Kecamatan Sebatik
  • Kecamatan Krayan

---KN---
NUNUKAN ADALAH SEBUAH KOTA KECIL YANG TERPENCIL BERADA DI WILAYAH KALIMANTAN UTARA INDONESIA PADA GARIS PERBATASAN SABAH DAN SERAWAK MALAYSIA BAGIN TIMUR.
  • Selayang pandang Nunukan