Jumat, 06 Desember 2013

Barang Plastik

Kami menjual berbagai macam barang-barang yg terbuat dari plastik, untuk kebutuhan alat rumah tangga, dapur, sekolah, kantor. berupa keranjang, keranjang baju, keranjang sampah, keranjang pakaian, gayung, gayung mandi, saringan, saringan teh, saringan santan, bak hitam, bak kuping, bak ina 45, bak usa 20, 26, 28, bak jerman, tempat sendok, lemari kabinet / cabinet plastik, lemari pakaian anak, kursi plastik, kursi anak, kursi makan, kursi santai, kursi promo / promosi, ember plastik, timbo, timbo cor, loyang bulat, nampan kotak, epak makan, catering, katering, gelas, sendok, seal ware, toples, toples mika, stoples, toples oval, toples kotak, bulat, toples hati, segi 8, segi 4, dengan sistem penjualan grosir dan eceran serta harga murah dan bersaing.

BAK

GAYUNG


GELAS CANGKIR
HANGER


LEMARI

KACA RIAS

KERANJANG

KURSI

WASKOM


NAMPAN

PIRING


POT BUNGA

RAK PIRING


RAK SEPATU

TEMPAT BUMBU

Tempat
TEMPAT SAMPAH

TEMPAT SENDOK

EMPER DAN TONG

GELAS

WAKUL

WATER JUG

KNS

Senin, 02 September 2013

Lima Jaksa jadi JPU Terdakwa Korupsi Sumur di Nunukan

Kepala Kejaksaan Negeri Nunukan Ewang Jasa Rahadian SH MH menunjuk lima jaksa untuk menjadi jaksa penuntut umum (JPU) dalam kasus dugaan korupsi pembuatan sumur gali perumahan transmigrasi di Dinsosnakertrans Nunukan dengan terdakwa Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Nunukan Zainuddin dan Sekretaris Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nunukan Syahrial. Zainuddin terseret dalam kasus itu terkait jabatannya saat masih di Dinsosnakertrans Nunukan.

"Jaksa Penuntut Umum berdasarkan P16-A yang sudah ditandatangani pimpinan ada lima. Saya sendiri, ada juga Pak Sutriono, ada Pak Luman, ada Pak Dodi dan juga Pak Yogi. Lima orang inilah," ujar Rudi, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Nunukan, Senin (2/9/2013).

Rudi mengatakan, karena proses peradilan keduanya berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Samarinda yang dipastikan akan menyita banyak waktu, tentu jaksa yang ditunjuk akan bergantian menghadiri persidangan.

"Jaksa kerjaannya tidak hanya mengurusi ini, ada beberapa kerjaan yang lain. Untuk gantian ke sana, kita tunjuk beberapa jaksa. Tetapi itu semua kan tim. Nanti yang menyidangkan di sana kita gilir. Mana jaksanya, kita berangkatkan ke sana," ujarnya.

Dijelaskan, kasus yang melibatkan dua pejabat Pemkab Nunukan ini sudah masuk dalam tahap penuntutan. JPU segera melimpahkan berkas keduanya ke Pengadilan Tipikor Samarinda. Saat ini, jaksa sedang menyiapkan administrasi pelimpahan berkas keduanya.

"Dalam waktu dekat ini akan segera kita limpahkan ke Pengadilan Tipikor di Samarinda. Rencananya, kita melimpahkan Senin depan. Tinggal kita ke Samarinda untuk melimpahkan perkara itu. Dua-duanya kita limpahkan perkara itu," ujarnya.

Rudi enggan mengungkapkan substansi materi dakwaan terhadap keduanya. Namun ditegaskannya, keduanya akan dijerat dengan pasal berlapis. Untuk dakwaan primer, keduanya dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan UU Nomor 31 tahun 1999 juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHP. Sedangkan dakwaan subsider Pasal 3 Undang-Undang Tipikor juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHP.

"Karena untuk kasus ini kan ada dua orang terdakwa. Makanya kita juncto-kan ke KUHP. Karena di Undang-Undang Tipikor belum ada ketentuan yang khusus mengatur mengenai tindak pidana yang dilakukan secara bersama-sama," ujarnya.

Dari hasil penyidikan kasus itu, diduga telah terjadi peristiwa korupsi. Modusnya telah dilakukan pembayaran Rp110 juta terhadap CV Ogi Mandiri selaku kontraktor, namun tidak didukung kemajuan fisik pekerjaan di lapangan.

Proyek pembuatan sumur gali itu dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2011. Meskipun pendanaannya berasal dari APBN, namun proses lelang dan pelaksanaan kegiatan itu berlangsung di Dinsosnakertrans Kabupaten Nunukan.

Zainuddin mengatakan, dalam kasus itu perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut telah mengembalikan kesalahan bayar senilai Rp99.188.109. Pembayaran ke kas negara senilai Rp99.188.109 dilakukan secara bertahap masing-masing Rp15 juta pada 8 Januari 2013, Rp69.188.108 pada 18 Februari dan Rp15 juta pada 21 Mei 2013. "Semua sudah dikembalikan ke kas negara. Jadi sudah tak ada lagi kerugian negaranya," ujarnya.

Zainuddin mengakui, ada kesalahan yang dilakukannya dalam kasus tersebut. "Saya selaku PPK pembangunan sarana sumur gali memang di situ kesalahan saya ada. Orang berdasarkan Keppres 54 maupun 70, itu uang muka 20 persen, tapi saya membayar 50 persen. Bukan termin, tetapi tahap pertama pembayarannya," ujarnya. (*) (kaltim.tribunnews.com 020913)

Minggu, 01 September 2013

Wakil Ketua DPRD : Bupati Nunukan Harus Memutasi

Nunukan - Keterlibatan sejumlah istri pejabat Pemkab Nunukan menjadi calon anggota legislatif DPRD Nunukan pada Pemilihan Umum 2014, membuat Wakil Ketua DPRD Nunukan Haji Ngatidjan Ahmadi bereaksi.
 
Politisi Partai Golongan Karya itu menilai, keterlibatan istri-istri pejabat berpolitik praktis, sudah tidak etis. Sebab, secara langsung maupun tidak langsung, sang suami pasti akan menggunakan fasilitas jabatannya terlibat mendukung pemenangan istrinya.
 
“Bupati harus mempertimbangkan untuk memutasi pejabat yang istrinya menjadi calon anggota legislatif. Karena ini sudah mengganggu birokasi,” ujarnya.
 
Ia mengatakan, semestinya jika pegawai negeri sipil (PNS) dimaksud mau tetap eksis memegang jabatan dibirokrasi, yang bersangkutan harus netral. “Termasuk istrinya tidak boleh nyaleg. Jangan dibirokrasi mau, dipolitik juga dia mau dapat,” ujarnya.
 
Meskipun PNS dimaksud berjanji akan netral, namun kata Ngatidjan, yang bersangkuan setidaknya pasti akan mendukung sang istri dimaksud.

Salah satu akibat keterlibatan para istri pejabat menjadi calon anggota legislatif, aspirasi-aspirasi masyarakat melalui DPRD Nunukan tidak bisa tertampung.
 
Warga yang mengajukan proyek fisik skala kecil di lingkungan sekitarnya melalui DPRD Nunukan, justru tidak tertampung. Pejabat yang istrinya ikut menjadi calon anggota legislatif menolak mengakomodir usulan melalui DPRD Nunukan. “Kegiatan yang kecil-kecil ini tidak diakomodir pejabat itu,” ujarnya.
 
Hal yang sama juga terjadi pada proyek-proyek besar. “Pekerjaan yang besar ditender secara umum tetapi dikondisikan,” ujarnya.
 
Pada beberapa kesempatan, Bupati Nunukan Basri mengingatkan PNS di lingkungan Pemkab Nunukan agar menjaga netralitas menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif 2014 dan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim.
 
Basri mengatakan, PNS termasuk aparatur di desa harus tetap menjunjung tinggi sikap netral dalam agenda pemilu maupun Pilgub Kaltim yang berlangsung September.
 
Sesuai aturan yang berlaku, tegas Basri, seorang PNS harus netral dalam pesta demokrasi. Karena itu, ia akan mengawasi PNS agar senantiasa netral. "Harus disesuaikan aturan. Misalnya kalau dia PNS, yah dia harus netral. Nanti saatnya dia masuk ke bilik baru dia menentukan sikapnya. Harus itu. Kita harus sesuai aturan. Makanya saya nanti selalu mengawasi mereka supaya bisa netral. Walaupun dalam hatinya dia memilih salah satu, tetapi tidak boleh terlibat apalagi melibatkan diri dalam kampanye terbuka maupun kampanye hitam," ujarnya.
 
Basri mengatakan, pelaksanaan pesta demokrasi itu harus berlangsung dengan jujur adil dan aman tanpa keterlibatan langsung PNS berpolitik. Ia menegaskan, pelanggaran terhadap aturan itu akan diberikan sanksi tegas. "Kita tidak boleh tolerir," ujarnya.
Sumber:  tribunnews

Sabtu, 31 Agustus 2013

5 Strategi Jitu Membangun Bisnis Sendiri

Punya usaha sendiri dan menikmati kesuksesan perjuangan Anda rasanya menyenangkan. Hanya saja, terkadang imajinasi kesuksesan ini dikalahkan dengan kesulitan yang terbayang saat akan memulai usaha.

"Sebenarnya menjadi seorang wirausaha itu tidak sulit-sulit amat kok. Asal Anda tahu triknya, maka menjadi pebisnis itu banyak peluang suksesnya," ungkap Andi S. Boediman, Chairman of Ideoworks (e-commerce partner) beberapa waktu lalu di Jakarta.

Sebagai langkah awal membangun usaha ada beberapa tip yang diberikan Andi.

1. Mulai dari hal simpel.
Bingung memilih produk apa yang akan dijual? Daripada pusing-pusing, kenapa tak coba untuk melirik lingkungan sekitar dan kebutuhan sehari-hari Anda? "Biasakan berpikir dari hal-hal simpel di sekitar Anda, karena bisa jadi ide sederhana ini justru akan membawa Anda pada kesuksesan," katanya.

Ia menambahkan bahwa pola pikir bisnis laki-laki dan perempuan ternyata sangat berbeda. Umumnya, laki-laki kebanyakan berpikir keras dan memilih produk yang aneh dan rumit untuk menarik minat konsumen. Sebaliknya, perempuan justru dinilainya lebih memiliki ide yang sederhana namun cukup menjanjikan.

2. Diferensiasi produk
Sebelum memutuskan membuat usaha, Anda sudah harus tahu produk apa yang akan dijual. Usahakan memilih produk yang berbeda dengan produk pada umumnya. "Unik itu tidak selalu dari bentuk barangnya. Tapi unik juga bisa berasal dari cerita dibalik pembuatannya, atau presentasi dan kombinasi produknya," jelas Andi.

Kombinasi produk misalnya, saat Anda memutuskan untuk menjual pakaian maka Anda bisa saja memadumadankan atasan dan bawahan yang biasa jadi lebih terlihat unik secara keseluruhan. Oleh karena itu, kemasan dan deskripsi itu sangat penting untuk pembeli, terlebih ketika Anda menjalankan bisnis online.

3. Promosi
Promosi adalah salah satu hal yang paling penting dalam usaha. Meski demikian, bukan berarti Anda boleh jor-joran untuk promosi,misalnya dengan flyer, atau spanduk besar.

Selain menghabiskan banyak uang, cara ini juga dinilai kurang relevan di zaman sekarang. "Kenapa tak coba untuk promosi di media sosial yang Anda miliki? Gunakan saja Facebook, BBM, atau Twitter. Selain akrab dengan hidup Anda sehari-hari, Anda juga bisa dengan mudah memberi update kepada calon pelanggan," sarannya.

4. Jangan habiskan uang untuk interior
Andi mengungkapkan biaya terbesar dalam membangun usaha adalah untuk membangun toko dan interiornya. Hal ini bisa dipahami karena hal pertama yang dilihat konsumen adalah toko dan interiornya. Akan tetapi, ini bukanlah sebuah pembenaran untuk Anda menghabiskan banyak uang untuk renovasi toko.

Jadilah sedikit lebih kreatif dengan menggunakan benda-benda yang murah namun unik untuk menghias toko. Misalnya, sangkar burung, pohon plastik, pot bunga,kertas bekas dan lain-lain.

5. Beri opsi pembayaran
Saat ini kebanyakan orang lebih memilih membayar dengan menggunakan kartu kredit atau debit dibandingkan dengan uang tunai. Sebagai pengusaha, Anda tentu harus siap sedia menyediakan berbagai alternatif cara pembayaran produk yang diinginkan konsumen. Hal ini sangat penting, terutama pada bisnis online. (tribunnews 310813)

Kamis, 29 Agustus 2013

Syarat PLBL Liem Hie Djung Menjadi Pelabuhan Internasional

SK Kepabeanan dan Cukai Segera Terbit

NUNUKAN - Perlahan tetapi pasti, itulah salah satu prinsip yang dianut Dinas Perhubungan komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Nunukan dalam mewujudkan Pas Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung (baca: Lamijung) menjadi pelabuhan Internasional.

“Keraguan selama ini, bahwa usaha yang saya lakukan akan sulit terwujud, tapi karena rasa optimis saya, secara perlahan apa yang menjadi persyaratan dilengkapi sehingga pada akhirnya bisa terealisasi semuanya,” terang Kepala Dishubkominfo Robby Nahak Serang kepada Radar Tarakan usai melakukan pertemuan dengan Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Timur, Indra Gautama Sukiman dan sejumlah instansi terkait, belum lama ini.

Kedatangan Indra Gautama Sukiman ini sekaligus melakukan peninjauan terhadap fasilitas di PLBL Liem Hie Djung. Peninjauan dilakukan sebelum Kantor Kepabaeanan dan Cukai mengeluarkan Surat Keputusan Kepabeanan untuk pelabuhan tersebut. “Karena tinggal satu persyaratan itu saja yang belum ada sehingga tidak difungsikan sebagai pelabuhan Internasional,” ucapnya.

Salah satu syarat yang harus dilengkapi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan dalam hal ini Dishubkominfo menurut Robby adalah X-Ray. Namun dipastikan fasilitas tersebut akan tersedia dalam waktu dekat sehingga Dishubkominfo optimis Pelabuhan Lamijung bisa dioperasikan sebagai Pelabuhan Internasional pada 1 januari 2014 sesuai dengan permintaan Kantor Kepabeanan dan Cukai.

“Kalau kita sudah pasang X-Ray disini (Lamijung,Red), maka SK Kepabeanan dan Cukai akan segera turun dan pelabuhan ini bisa kita fungsikan sebagai pelabuhan Internasional,” tegasnya.

Hal lain, mengenai sarana pendukung seperti salah satu ponton dari tiga ponton yang ada di dermaga yang belum diperbaiki, dikatakan Robby juga akan segera dibahas dengan sejumlah SKPD terkait. “Kalau yang ada dua, ya dua dulu yang kita fungsikan, kalau kapal reguler Nunukan-Tawau yang saat ini beroperasi ada 7 buah di pelabuhan Tunon Taka maka pengalihan ke PLBL lamijung itu dilakukan secara bertahap, bisa 1, 2, 3 dan seterusnya,hingga semuanya,” pungkasnya. (radar.tarakan - 29082013)

Selasa, 27 Agustus 2013

Kenshi Nunukan Raih Emas di Kejuaraan Dunia

NUNUKAN- Bangga, mungkin itu kata yang paling tepat diberikan masyarakat Kabupaten Nunukan kepada Isna Suryani. Ia adalah Kenshi-sebutan atlet Kempo Kabupaten Nunukan yang meraih medali emas pada kejuaraan dunia Kempo di Osaka-Jepang, Minggu (25/8).

Putri pasangan Ismail dan Senaeni ini turun di kategori campuran dan berpasangan dengan Erik Saputra dari Samarinda dan bertanding di kelas Embu Yudansha. Informasi membanggakan ini, disampaikan Humas KONI Kabupaten Nunukan Farid Amiruddin. Sebutnya, atlet satu-satunya dari Nunukan dari cabang Kempo yang mengikuti pelatnas Sea Games ke-XXVII bulan Desember 2013 mendatang di Myanmar ini berhasil menorehkan prestasi gemilang pada Kejuaraan Dunia di Osaka Jepang sebagai bagian dari tryout persiapan Sea Games Myanmar.

Dibeberkan Farid, bagi Isna berpasangan dengan Eric Saputra dari Samarinda, bukanlah pertama kalinya. Pada Sea Games 2011 lalu di Jakarta, pasangan Kenshi ini pemegang medali perak sehingga bisa dikatakan prestasi keduanya mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

Kini masyarakat Nunukan tentunya berharap Isna dapat memberi yang terbaik di Sea Games Myanmar Desember 2013 mendatang. Di Sea Games Myanmar, Isna akan turun di nomor randori perorangan putri kelas 54 kg. “Hasil di kejuaraan dunia ini secara psikis tentu menjadi bekal yang sangat positif bagi diri Isna pribadi dan nama harum Kabupaten Nunukan karena sesuai informasi yang diperoleh dari Pengurus Pusat Perkemi, prestasi yang diperoleh pada Kejuaraan dunia di Jepang ini merupakan barometer terakhir pembentukan tim Kempo Indonesia menghadapi Sea Games Myanmar,” terang Farid kepada Radar Tarakan, kemarin (26/8). 

Ketua Umum KONI Kabupaten Nunukan Mohd. Thoyib manambahkan bahwa prestasi yang diraih oleh Isna Suryani di level kejuaraan dunia tentu menjadi momentum yang sangat baik untuk berprestasi yang sama di ajang Sea Games Mayanmar nanti. "Prestasi Isna moga saja bisa menjadi motivasi bagi atlet-atlet junior Kempo lainnya yang sebentar lagi akan berlaga pada kejurda di Kubar, serta bagi atlit Nunukan di cabor-cabor lainnya" terang Thoyib singkat.

Isna Suryani sebelum bertolak ke Jepang melalui telepon selulernya kepada Radar Tarakan menjelaskan bahwa  bahwa persaingan di level Sea Games sangat ketat. Sebab seluruh atlet yang tergabung dalam Pelatnas merupakan atlet-atlet terbaik dari seluruh Indonesia. Oleh karena itu dirinya bertekad untuk berlatih sebaik mungkin dilandasi dengan sikap disiplin  yang tinggi, tentu dibarengi dengan doa kepada Allah SWT.

Isna juga mengaku sangat termotivasi dengan dorongan semangat dari Wakil Bupati Nunukan Hj. Asmah Gani saat berkunjung ke kediaman beliau usai idhul Fitri lalu. "Ibu Wabup sangat peduli dengan persiapan saya mengikuti Pelatnas Sea Games, dengan menitip pesan agar bisa mengharumkan nama Nunukan di level Sea Games. Apalagi ditambah adanya info dari beliau adanya peluang dan kesempatan berkarir sebagai PNS kepada saya sebagai kompensasi telah berulang kali mengharumkan nama daerah. Oleh sebab itu, saya tentu berterima kasih kepada jajaran Pemerintah Daerah Nunukan,” ungkap Isna.
Isna juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Nunukan, Ketua KONI Kabupaten Nunukan Mohd. Thoyib beserta jajarannya serta seluruh masyarakat Nunukan yang juga senantiasa memberi atensi kepada Isna selama mengikuti Pelatnas Sea Games 2013. (radartarakan.co.id - Selasa, 27 Agustus 21013)

Senin, 19 Agustus 2013

Lebih Dekat Dengan Paskibra HUT RI-68 di Kabupaten Nunukan

Latihan 1 Bulan, Esok Upacara Tidur Hanya 3 Jam

Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Nunukan yang terdiri atas 43 orang, gabungan dari siswa-siswi SMA di kabupaten Nunukan sukses mengibarkan bendera merah putih sekaligus saat aubade (penurunan bendera,Red) pada peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-68. Di tengah keberhasilan itu, mereka memiliki cerita menarik.

RAHMAN

Diberikan tanggung jawab sebagai pasukan pengibar bendera, tentu saja, menjadi kebanggaan tersendiri. Menjadi anggota Paskibra harus melalui tahapan seleksi dan dilanjutkan dengan latihan secara rutin.
Latihan yang mereka lakukan selama kurang lebih satu bulan lamanya, sepertinya tidak terlihat di wajah anggota Paskibra Kabupaten Nunukan setelah sukses mengibarkan dan menurunkan (aubade) Bendera Merah Putih pada upacara yang dilakukan di halaman kantor Bupati Nunukan, (17/8).
Setelah menyelesaikan tugas dan kembali ke posisi barisan, terlihat wajah-wajah ceria dan senyum terpancar baik dari paskibra maupun dari para pelatih yang diantaranya berasal dari Kodim, Lanal dan kepolisian.

Menurut penuturan dari beberapa anggota Paskibra yang bertugas melakukan pengibar bendera yakni Rusli, Rahmat Ramdani dan Andi Palmal serta Pembawa talam Nuraulia sedangkan untuk penurunan bendera kepada Norsabriana, mereka mengaku, menjadi seorang paskibra adalah tugas yang cukup berat dan cukup melelahkan. Namun apa yang mereka rasakan terbayar karena dapat melaksanakan tugas dengan baik.

“Perasaan kami Plong, dan rasanya kami ingin berteriak sekencang-kencangnya, karena telah berhasil mengibarkan bendera. Namun demikian bukan berarti pada saat penaikan bendera tidak ada rasa was-was sebab pada saat penaikan bendera,” ungkap salah satu anggota.

Diakui, pada saat bendera sudah berada di tengah, tali pengerek bendera itu terasa berat jika ditarik. Hal itu terjadi karena sepertinya posisi bendera agak melilit ke tiang karena tertiup angin. “Untung saja tidak berlangsung lama karena pada akhirnya bisa terlepas dan bendera dapat mencapai puncak dengan kondisi lancar,” ujarnya.

Menurut mereka, menjadi pengibar bendera perlu tenaga ekstra lantaran sebelum melaksanakan tugas, kondisi mereka kurang tidur. Pasalnya, pada tanggal 16 Agustus malam hari, Paskibra itu dikukuhkan dan baru pulang tengah malam yakni sekitar pukul 11 malam. Tidur sekitar pukul 12 malam sementara  harus bangun pukul 03.00 karena harus melakukan make-up di salon dan harus selesai pukul 06.00.
Mat Zaini, pelatih kepala Paskibra Kabupaten Nunukan mengakui hal yang paling krusial pada saat upacara seperti ini adalah pada saat pembukaan bendera dan  penaikan bendera. “Disitulah detik-detik yang menentukan namun karena telah melakukan latihan yang rutin yang mana setiap harinya pagi dan sore dilakukan latihan sehingga pelaksanaan dapat berjalan dengan baik,” singkatnya.
Sumber: radartarakan.co.id - Senin, 19 Agustus 2013

NUNUKAN ADALAH SEBUAH KOTA KECIL YANG TERPENCIL BERADA DI WILAYAH KALIMANTAN UTARA INDONESIA PADA GARIS PERBATASAN SABAH DAN SERAWAK MALAYSIA BAGIN TIMUR.
  • Selayang pandang Nunukan